Rem Diduga Blong, Truk Gandum 25 Ton Hantam Tembok Jalur Penyelamat di Paguyangan

Brebes, Jawa Tengah1307 Dilihat

Brebes, medianasional.id – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Nasional Paguyangan, tepatnya di pertigaan Jalan Lingkar Bumiayu, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Sebuah truk bermuatan gandum sekitar 25 ton yang melaju dari arah selatan menuju utara diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman. Kendaraan tersebut kemudian menghantam tembok beton pembatas jalur penyelamat yang berada di depan Kantor Dinas Perhubungan Paguyangan.

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Truk dengan nomor polisi A 8493 OQ tersebut dikemudikan oleh Taufik, warga Desa Jambu, Kecamatan Wangon. Saat kejadian, truk tengah dalam perjalanan dari Cilacap menuju Cirebon, Jawa Barat, dengan membawa muatan gandum sekitar 25 ton.

Menurut keterangan Taufik, gangguan pada sistem pengereman mulai dirasakan saat kendaraan melaju dari arah selatan menuju utara.

“Saat melaju dari arah selatan menuju utara membawa muatan gandum sekitar 25 ton dari Cilacap ke Cirebon, saya mulai merasakan tekanan udara rem berkurang perlahan. Diduga karena panas berlebih akibat beban muatan berat, lama-kelamaan rem sama sekali tidak berfungsi,” ungkap Taufik.

Ia mengatakan telah berupaya mengendalikan laju kendaraan. Namun, kondisi tersebut membuat kecepatan truk tidak lagi dapat dikendalikan hingga akhirnya menabrak tembok pembatas jalur penyelamat.

“Saya sudah berusaha menahan kendaraan, namun kecepatan tak lagi dapat dikendalikan hingga akhirnya menabrak tembok pembatas jalur penyelamat di pertigaan Jalan Lingkar Bumiayu,” lanjutnya.

Akibat benturan tersebut, tembok beton pembatas jalur penyelamat yang berada di depan Kantor Dinas Perhubungan Paguyangan mengalami kerusakan hingga roboh.

Sebagian muatan gandum yang dibawa truk juga tumpah ke halaman kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada berdampingan dengan Kantor Dinas Perhubungan Paguyangan.

Sementara itu, bagian depan truk mengalami kerusakan akibat benturan, namun berdasarkan kondisi awal di lokasi, kerusakannya tidak tergolong signifikan.

Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi kejadian, termasuk proses evakuasi kendaraan, pembersihan material muatan yang tumpah, serta pengaturan arus lalu lintas.

Petugas juga mengantisipasi kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi agar tidak mengganggu proses evakuasi maupun membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai hasil penyelidikan maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut. Dugaan kegagalan fungsi pengereman masih berdasarkan keterangan awal pengemudi dan menunggu hasil pemeriksaan petugas.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut, serta menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses