Kebumen, medianasional.id – Pemerintah Kabupaten Kebumen terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui Program “Cerdas dan Sehat Bareng Biyunge” yang secara simbolis diluncurkan oleh Bupati Lilis Nuryani pada Rabu, 10 September 2025.
Acara peresmian dipusatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Giyanti, Kecamatan Rowokele. Dalam kegiatan ini, Bupati Lilis meresmikan 11 Pustu baru yang dibangun di berbagai desa di Kabupaten Kebumen.
Selain itu, program ini juga mencakup penyerahan bantuan susu PKMK, penyaluran 103 paket sembako, peluncuran aplikasi host-to-host Simkes dan Bank Jateng, kegiatan khitanan massal, dan penyerahan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Sebelum meresmikan, Bupati Lilis Nuryani menyempatkan diri mengunjungi posyandu dan berinteraksi langsung dengan warga setempat. Ia menyampaikan alasan memilih Desa Giyanti sebagai lokasi acara.
“Dari semua agenda hari ini, sebagian besar ada di kota. Tapi saya memilih untuk hadir di Desa Giyanti karena ini adalah wujud komitmen kami dalam menghadirkan fasilitas kesehatan yang memadai dan mudah diakses, terutama di wilayah pedesaan,” ujar Bupati.
Pembangunan 11 Pustu baru ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan yang cepat dan berkualitas bagi masyarakat. Sebelas Pustu tersebut berlokasi di desa-desa berikut:
* Pustu Gemeksekti (Kecamatan Kebumen)
* Pustu Babadsari (Kecamatan Kutowinangun)
* Pustu Korowelang (Kecamatan Kutowinangun)
* Pustu Pejagatan (Kecamatan Kutowinangun)
* Pustu Mekarsari (Kecamatan Kutowinangun)
* Pustu Dukuhrejosari (Kecamatan Ambal)
* Pustu Wiromartan (Kecamatan Mirit)
* Pustu Giyanti (Kecamatan Rowokele)
* Pustu Weton Wetan (Kecamatan Puring)
* Pustu Karangsari (Kecamatan Kebumen)
* Pustu Bonosari (Kecamatan Sempor)
Pembangunan 11 gedung Pustu ini menelan anggaran sebesar Rp 6.858.670.000,- yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan tahun 2025.
Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga berfokus pada penurunan angka stunting. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,83 miliar untuk pengadaan 33.500 dus susu PKMK yang akan dibagikan kepada 1.395 anak yang teridentifikasi stunting di 26 kecamatan.
Seorang ibu bernama Deni, warga Desa Giyanti, mengungkapkan rasa terima kasihnya setelah menerima bantuan susu untuk bayinya yang berusia 18 bulan.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak. Ini sangat membantu untuk pertumbuhan anak saya,” tuturnya. Ia mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan susu PKMK ini.
Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr. Iwan, menjelaskan bahwa pemberian susu ini diharapkan dapat membantu tumbuh kembang anak dan pada akhirnya menurunkan angka stunting di Kabupaten Kebumen.
Sementara itu, peluncuran aplikasi host-to-host Simkes dan Bank Jateng merupakan langkah digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi informasi dalam sistem kesehatan daerah.
(Tyo)






