Sleman, medianasional.id – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Perlombaan Seni Pencak Silat Antar Pelajar Ki Hadjar Dewantara (KHD) Cup 2026. Pembukaan berlangsung pada Selasa (19/5/2026) di Kampus BPMP DIY, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.
Turnamen yang diikuti 200 pelajar DIY dan Jawa Tengah ini digelar untuk menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional 2026. Hadir dalam pembukaan, Ir Hadi Hargana mewakili Pengda IPSI DIY dan Ketua Lembaga Wasit Juri IPSI DIY Prof Dr Agung Nugraha.
Dalam laporannya, Kepala Subbagian (Kasubag) Umum BPMP DIY, Adri Margono, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa KHD Cup tahun ini merupakan kelanjutan dari yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2024. Berlangsung selama dua hari (19-20 Mei 2026), even kali ini diikuti oleh delegasi pesilat pelajar dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-DIY dan Jawa Tengah.
“Pada tahun 2026 ini, kami melakukan pengembangan cabang lomba yang cukup signifikan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya hanya mempertandingkan nomor seni tunggal baku IPSI, tahun ini kami menambahkan nomor seni tunggal bebas atau solo kreatif guna memberikan ruang eksplorasi kreativitas yang lebih luas bagi para pesilat pelajar,” jelas Adri Margono dalam laporannya. la menambahkan, terdapat 16 kategori nomor seni yang diperlombakan, mencakup kategori putra dan putri untuk setiap jenjang pendidikan.
Sementara itu, Kepala BPMP DIY, Mohammad Adi Hartono, dalam pengarahan sekaligus pembukaan acara menekankan pentingnya pencak silat sebagai paket lengkap penguatan pendidikan karakter yang menggarap aspek mental spiritual, olahraga, seni budaya, dan bela diri secara utuh. Guna memperkuat pesan tersebut, BPMP DIY secara resmi meluncurkan maskot kejuaraan tahun ini yang dinamakan “Si Kuat”.
“Maskot ‘Si Kuat’ ini bukan sekadar simbol estetika, melainkan representasi dari nilai-nilai luhur pendekar sejati sekaligus akronim dari profil generasi ideal yang kita harapkan, yaitu Pesilat yang Kolaboratif, Unggul, Adaptif, dan Transformatif,” ungkap Mohammad Adi Hartono dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Mohammad Adi Hartono menjelaskan bahwa ajang ini juga menjadi respons konkret BPMP DIY dalam mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
(G7KAIH) yang dicanangkan oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen untuk memutus rantai adiksi gawai pada anak. Adiksi gawai disinyalir membuat anak malas bergerak, kurang bersosialisasi, serta melalaikan ibadah dan waktu istirahat.
“Pencak silat melatih fisik anak agar tetap bugar dan mengajarkan kedisiplinan yang tinggi. Di sisi rohani, olahraga ini menanamkan kesadaran kesalehan individual dan sosial. Seperti motto yang selalu kita pegang erat, ‘lahir silat mencari kawan, batin silat mencari Tuhan. Nilai kekuatan sejati seorang pendekar terletak pada keselarasan iman di dalam hati dengan akhlak mulia yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Kepala BPMP DIY.
Melalui kompetisi ini, KHD Cup 2026 diharapkan tidak hanya menjadi arena perebutan medali, melainkan juga wadah persahabatan dan pembentukan karakter pesilat pelajar yang tangguh dalam prinsip, luhur dalam budi pekerti, serta siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.(wid)






