
Malang, medianasional.id – Galian tanah proyek drainase yang selama ini tak kunjung di kerjakan kini mulai dikeluhkan oleh warga masyarakat Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, khususnya warga Rt 03/ dan Rt 02 .
Pasalnya, proyek yang dananya sendiri dibiayai oleh pemerintah dengan anggaran tahun 2018 lalu, pengerjaanya hingga saat ini masih dalam tahap galian, Jum’at (08/03/2019).
Dampak yang dirasakan warga, tentunya dirasa sangat merugikan. Tumpukan tanah yang mana sangat mengganguaktifitas warga setempat, hingga sempat menimbulkan kecelakaan meskipun tidak fatal.

Beberapa warga yang namanya enggan disebut saat dikonfirmasi menyampaikan, “Kondisi ini sangat rawan mas, dulu ada ibu- ibu yang sampai kecebur karena licin, pengendara sepeda motor juga banyak yang kecelakaan, kemarin sama warga sempat di tanami pohon pisang sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja kepala desa, tapi pohon pisangnya sudah di cabuti. Dan kami sangat berharap kepada pemerintah terkait supaya tidak tutup mata dengan masalah program proyek pemerintah didesa kami mas” terangnya.
“Drainase yang selama tidak kunjung di bangun- bangun sampai oleh warga di tanami pisang supaya kepala desannya mengerti, padahal anggaran kucuran dari pemerintah tahap akhir sudah selesai tapi kenapa di sini tidak dibangun- bangun alasan kepala desa apa, rumah saya sampai ambruk mas gara gara proyek mangkrak tersebut,” imbuh warga.
Tak hanya itu, beberapa warga masyarakat desa Ngadirejo saat di temui juga menyampaikan “Itu tiang listrik bisa bisa ambruk juga mas, dan warga sini mengeluh karena kalau lewat pun tidak bisa dan harus berputar, jadi lebih jauh” ucapnya.
Akibat proyek mangkrak tersebut, warga masyarakat Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung merasa geram, karena peoyek yang seharusnya sudah selesai di bangun tapi kini tak kunjung selesai.
“Itu anggaran dari mana? Kok matrial baru dikirim saat warga selesai demo. Lagian kepala desa sendiri tidak mau tranparasi pada masyarakat mas” ucap salah satu warga.
Hingga berita ini di turunkan kepala Desa Ngadirejo, Rohman Amin belum bisa dikonfirmasi, baik secara langsung maupun lewat via telepon. (Bersambung)
Reporter : TIM
Editor : Sunarto






