Praktisi Hukum Dan Akademisi, Minta Kapolda Periksa Atasan Kasatreskrim Pringsewu

4896 views
Bandar Lampung medianasional.id — Dua Oknum Perwira Polres Pringsewu diamankan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Lampung lantaran diduga melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai personel Polri.
Kedua Oknum anggota tersebut yakni AKP. SP. dan Ipda ESP yang diduga terkait pengaduan masyarakat dalam hal ini para guru yang diduga ada permintaan uang dari Kasat Reskrim dan Kanit tipikor Res Pringsewu, kedua oknum dalam pemeriksaan di Bidpropam.
Kapolda Lampung Irjen Drs Hendro Sugiatno memberikan keterangan terkait pergantian Kasatreskrim Polres Pringsewu AKP SP yang dimutasikan ke Pama Yanma Polda Lampung dalam rangka RIKSA. Pihaknya mengatakan bahwa mutasi tersebut bukan karena Operasi Tangkap Tangan (OTT).
“Bukan OTT tapi menindak lanjuti pengaduan masyarakat dalam hal ini para guru yang diduga ada permintaan uang dari Kasat Reskrim dan Kanit tipikor Res Pringsewu, Kedua oknum dalam pemeriksaan di Bidpropam, apabila ada unsur tindak pidana akan diproses di Ditreskrimum,” katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (3/5/2021) dini hari.
Kapolda Lampung sangat perhatian dan bersikap tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polda Lampung, baik itu disiplin, kode etik atau pidana.
“Pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap Oknum Polri apabila terbukti sesuai peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sementara Menanggapi pengaduan  masyarakat dalam hal para guru yang diduga ada permintaan uang dari Kasat Reskrim dan Kanit Tipikor Polres Pringsewu, Kedua oknum dalam pemeriksaan di Bidpropam, diduga ada unsur tindak pidana.
Hal tersebut Gindha Ansori. SH.MH, Praktisi Hukum dan Akademisi,  mengatakan Mutasi dalam birokrasi bagi pemerintah dan antar kesatuan bagi TNI POLRI adalah menjadi bagian yang lumrah dan lazim.
Namun,  dalam proses mutasi itu tentunya banyak hal yang harus dikaji apakah seseorang tersebut mutasi dalam rangka promosi atau sebaliknya karena ada kasus-kasus yang merendahkan dan menyeret nama lembaga sehingga menjadi rendah dan cidera dimata publik,”Ungkap Dosen Tindak Pidana Korupsi Poltekkes Bandar Lampung,”Selasa (4/5/2021).
Koordinator Presidium Komite Pemantau Kebijakan dan Anggaran Daerah (KPKAD), Gindha Ansyori,SH.MH, meminta selain kasat reskrim dan tipikor, Kapolda Lampung dapat menginstruksikan melalui Kabid Propam Polda Lampung agar dapat melalukan pemerikasaan seluruh pihak yang diduga terlibat termasuk atasan yang bersangkutan, jika ada bukti awal atau petunjuk dalam hasil pengembangan pemeriksaan,”pintanya.
Rilis      : Loh
Editor   : Jumadi

Pringsewu

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.