PPKM Jawa Bali, Gereja: Belajar Beriman Bukan Berkebiasaan

Bogor227 Dilihat

Bogor, Medianasional.id – Kebijakan PPKM dari pemerintah yang dikhususkan di wilayah Jawa dan Bali sebagai kebijakan darurat COVID-19 yang dimulai pada hari kemarin tanggal 3 Juli menempatkan hari Minggu pertama bulan Juli ini menjadi hari ibadah pertama dari umat Kristen yang dilalui tanpa beribadah di gereja. Ini juga adalah yang kedua dari yang pertama terjadi tahun lalu ketika adanya kebijakan PSBB di tahun 2020.

Untuk tahun ini, Gereja Kristen sudah lebih siap dalam menghadapi kebijakan PPKM dibandingkan dengan tahun yang lalu. Hal ini terbukti dari tegasnya sinode sinode Gereja memberikan pengarahan dan himbauan kepada gereja gereja lokal untuk mematuhi Kebijakan pemerintah ini.

Dalam pantauan di Sosial Media, cukup banyak gereja-gereja yang terlihat melakukan ibadah melalui internet atau secara daring. Para pendeta, Gembala, atau Pemimpin Jemaat memanfaatkan Internet untuk melayani Jemaat Gereja yang berada dirumah masjng-masing. Segala bentuk aplikasi berplatform Sosial Media dipakai. Facebook, Zoom, YouTube dan lain-lain.

Yang unik adalah ada seorang hamba Tuhan di Bekasi, Pdt Say Monanggedeon Pardede S.Pd yang mengunggah pelayanan Minggu di gerejanya di kanal YouTube miliknya. Terlihat di video itu, ia membuat mimbar dari ban bekas di kebun sayur di rumahnya dan melayani Jemaat Tuhan yang dilayani dengan penuh semangat. Mengambil dasar Alkitab dalam Habakuk 2:20, ia mengatakan bahwa di hari-hari ini kita harus selalu berada di dalam perlindungan Tuhan.

PELAYANAN KONTEKSTUAL SEBAGAI SOLUSI DUKUNGAN TERHADAP PEMERINTAH MENANGGULANGI COVID-19

Sebuah mimbar yang unik, berbeda dari biasanya dan berada di tempat yang tidak biasa. Itulah pelayanan yang terlihat dalam video YouTube itu. Video di buat, di bagikan melalui internet dan bisa menjangkau Jemaat Tuhan di rumah mereka. Pandemi boleh melanda, tapi pelayanan tetap jalan sekalipun dalam konsep yang berbeda. Itulah pelayanan kontekstual.

Kepada Media Nasional, Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia Kabupaten Bogor Pdt Glen M. Lasut, S.Th memberikan tanggapan. Beliau mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pdt Say Monang itu. Menurutnya, Gereja Tuhan harus siap dan bisa dengan warna pelayanan kontekstual yang berbeda dari biasanya. “Di situasi Pandemi COVID-19 ini, kita di ajar Tuhan untuk beriman bukan berkebiasaan. Ternyata berbeda jauh antara iman dan kebiasaan. Saya bersyukur Tuhan yang disembah orang Kristen adalah Tuhan yang luar biasa, Dia Omni Present, Dia Maha Hadir. Jemaat bisa jumpa Dia di kebun sayur sekalipun. Bukan hanya di gedung gereja”, tandasnya.

Glen pun mengajak seluruh pemimpin Gereja untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi Pandemi COVID-19. “Buat teman-teman pemimpin Gereja, para pendeta, majelis dan aktivis gereja, marilah kita menjadi teladan di masyarakat. Jangan lupa protokol kesehatan. Bantulah Pemerintah sekuat yang kita bisa, agar berhasil melawan Pandemi ini untuk Indonesia yang lebih baik. Doakan para pemimpin negeri ini dan maju bersama mereka meraih cita-cita bangsa kita”, pungkasnya. (Glen)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses