Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu melalui Kasat Reskrim, Kompol Agus Supriadi S mengungkapkan, Rudi tertangkap di sebuah gubug di Kecamatan Purwokerto Selatan.
“Rudi sejauh ini mengakui, masih ada tiga kerangka bayi yang belum tergali. Total ada tujuh,” kata dia.
Rudi juga mengakui, bahwa kerangka bayi itu merupakan hasil hubungan inses Ia dengan anak perempuannya E (26).
“Pada saat E melahirkan, kemudian langsung dibunuh dan dikubur oleh Rudi. Tujuh kerangka itu dari tahun 2013 sampai 2021. Untuk memastikan tiga kerangka lainnya, kami akan kembali menggali ke lokasi (penemuan kerangka, red),” ungkapnya.
Usai penangkapan dan pendalaman yang dilakukan polisi, Supriadi mengatakan, alasan R membunuh bayi-bayi hasil inses dengan anak kandungnya sendiri itu adalah bagian dari ritual.
“Perbuatannya itu dilakukan juga karena ada arahan dari guru spiritualnya. Berdasarkan pengakuan R, bayi itu dilahirkan terlebih dahulu kemudian dibekap hingga meninggal lalu dikuburkan. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan pelaku sejak tahun 2012 sampai tahun 2018,” urainya.
“Bayi-bayi itu dibunuh karena ada perintah dari guru spiritualnya,” tandasnya.






