
Kebumen, medianasional.id Plt.Bupati Kebumen KH.Yazid Mahfud meminta kepada seluruh koperasi di Kebumen harus terus berinovasi bisnisnya demi meningkatkan perekonomian kabupaten dan kesejahteraan anggotanya. Pengelola koperasi harus cerdas dalam menangkap peluang bisnis yang sejatinya cukup banyak di Kebumen.
“Kepada pengelola kembangkan kualitas diri baik skill managerial, penguasaan teknologi, enterpreneurship serta marketingnya. Jika pengelola tidak mampu melihat dinamika bisnis yang berkembang di luar, maka koperasi bisa tergerus oleh sektor-sektor keuangan lainnya,” jelas Plt.Bupati KH. Yazid Mahfud seusai Resepsi Hari Koperasi ke-71 sekaligus melaunching arena pemancingan ADA Resto di Desa Adikarto Kecamatan Adimulyo, Sabtu (28/7).
Plt. Bupati juga meminta masyarakat Kebumen untuk turut menjadi anggota koperasi dan mengembangkannya. Melalui koperasi mereka akan dapatkan kesehahteraannya. Hal ini yang harus dipahami dan ditanamkan kepada masyarakat,” kata Plt.Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dekopinda Kebumen, Kadar M.Pd menegaskan, koperasi di Kabupaten Kebumen kini sudah waktunya melakukan rekayasa kelembagaan melalui spin off. Sebab, spin off untuk memperkuat bisnis jaringan agar koperasi dapat sehat, tangguh dan mandiri.
“Spin off atau pembagian organisasi ke berbagai sektor usaha seperti jasa, produksi dan konsumsi sudah waktunya dilakukan oleh seluruh koperasi di Kebumen jika koperasi ingin tetap eksis, sehat dan mandiri. Koperasi jangan hanya mengandalkan spread atau selisih jasa dari simpanan dan pinjaman saja,” ujar Kadar.
Kadar mengingatkan, jika koperasi masih mengandalkan spread, maka koperasi akan tertinggal jauh dari bisnis keuangannya lainnya. Sektor keuangan seperti perbankan serta bisnis teknologi finansial saat ini cenderung ke model fee based income. Jadi
koperasi semestinya sudah bisa melihat perubahan lingkungan eksternal yang cukup dinamis saat ini.
“Karenanya, sudah menjadi suatu tuntutan bagi para anggota koperasi untuk lebih pro aktif dalam membangun bermacam bisnis namun tetap dibawah satu kendali. Artinya, Koperasi seperti dibuat semacam holding agar captive pasar koperasi tidak semakin tergerus oleh bisnis keuangan lainnya,” jelas Kadar.
Namun yang tak kalah penting yang harus segera dibenahi kata Kadar adalah sistem manajemen koperasi yang hingga saat ini masih dinilai lemah dan masih terbatasnya akses pasar untuk produk-produk koperasi.
“Perlu beberapa kebijakan untuk menjadikan koperasi tangguh, mandiri dan berdaya saing. Diantaranya adalah reorientasi yakni mengubah paradigma pendekatan pembangunan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas. Revitalisasi yakni memperbaiki dan membangun database sistem koperasi dengan Online Database System (ODS). Dan terpenting adalah pengembangan sumber daya manusia pengelola koperasi,” tutup Kadar.
Kontributor : mn
Editor : Puji_Leksono






