PLN Mukomuko Nunggak Rp 1,4 Milyar Gara-gara Pelanggan Masih “Bandel” Bayar

Bengkulu, Galeri, Sumatera350 Dilihat

Sugiarto : “Pelanggan Yang Belum Melakukan Pembayaran Selama Dua Bulan Keatas Akan  Diganti Dengan Listrik Prabayar”

Mukomuko, medianasional.id – Pembanggkit Lisrik Negara (PLN) Persero.tbk Rayon kabupaten Mukomuko, mengalami tunggakan setoran kepada negara sebanyak Rp 1,4 milyar. Periahal tersebut diakibatkan oleh pelanggan yang menggunakan sistim pembayaran dengan cara Pasca Bayar (PB), di beberapa kecamatan sekabupaten setempat, masih banyak yang “Bandel” alias nuggak dalam melakukan pembayaran kewajibannya.

Dari kejadian tersebut, maka PLN Rayon Mukomuko mendapat instruksi serta dianjurkan oleh PLN pusat. Bagi pelanggan yang belum menunaikan tugasnya tersebut, atau tidak melakukan pembayar terhitung 2 bulan keatas. Maka wajib dimutasikan dengan KWH Prabayar atau KWH yang memakai sistim (Pulsa). Perihal yang diungkapkan kepala Rayon PLN kabupaten Mukomuko Sugiarto itu, cukup beralasan. Karena terhitung pada bulan Mei 2018 ini, tagihan membengkak sehingga mencapai sebesar Rp 1.4 milyar. Yang belum dilakukan pembayaran bagi pelanggan dibeberapa kecamatan sekabupaten, yang terhitung dalam waktu dua bulan keatas.

Dikatakannya  masyarakat  jangan samapai menyalahkan pihaknya dari PLN, akan memutasikan KWH-nya ke listrik Prabayar. Dikarenakan sampai dengan saatini lanjut Sugiarto, baru ada 700 Kepala Keluarga (KK) sekabupaten, yang dimutasikan dari PB ke Prabayar. Yang artinya masih banyak pelanggan yang bandel melakukan kewajibannya.

Dijelaskannya, padahal pelanggan sudah dapat dan bisa mulai melakukan pembayaran dari tanggal 4 sampai dengan  tanggal 20 setiap bulannya. Oleh karena itu pihaknya menghimbau kepada seluruh pelaggan sekabupaten Mukomuko, diminta agar melakukan pembayar tepat pada waktu. Kalau hal tersebut tidak segera diindahkan, mau tidak mau dan harus mau oleh pihaknya diganti ke Prabayar.

“Mengacu kepada instruksi dari PLN pusat itulah yang menjadi dasar kami melakukan penggatian PB ke Prabayar. Karena selama ini PLN Mukomuko, selalu mengalami tunggakan pembayaran kepada PLN pusat. Dimana sampai dengan 2 bulan terakhir ini saja, tunggakan yang harus kami setorkan ke pusat mencapai Rp 1,4 milyar. Sementara kewaiban kita terhadap pemerintah daerah setempat, mesti dan haruskan dilakukan, melakukan pembayaran 10 persen dari jumlah pelanggan yang ada. Dengan sistim pembayaran secara otomatis melalui rekening PLN pusat masuk kepada rekening daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sugiarto menjelaskan, ketika ditanya kewajibannya terhadap pelanggan, yang acapkali dirasakan masyarat Listrik-nya sering mengalami mati hidup-mati hidup dan sering mengalami gangguan semacam byarpet. Dia menyatakan keadaan yang terjadi itu, bukan lantaran mesin PLN yang mengalami kekurangan daya. Akan tetapi gara-gara akibat tanaman tumbuh masyarakat itu sendiri, yang dirasakan sering mengganggu jaringan.

“Kalau pas tiba-tiba terjadi gangguan semacam byarpet dan terkadang hidup mati itu, sebernarnya bukan terkendala dari kekurangan daya mesin PLN yang ada. Melainkan dari tanaman tubuh masyarakat itu sendiri, yang terkadang sering menggangu jaringan. Maka dari itu, masyarakan tolonglah jangan marah serta melarang jika dilakukan penebangan oleh pihak PLN, terhadap tanaman tumbuhnya.” Demikian Sugiarto memaparkan, Selasa (15/05) diruang kerjanya.(Aris)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses