Pilur Serentak di 31 Kalurahan Gunungkidul, Paguyuban Semar Ajak Warga Jaga Kerukunan

DI.Yogyakarta505 Dilihat

GUNUNGKIDUL, medianasional.id – Sebanyak 31 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul akan melaksanakan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak pada Sabtu (26/9/2026). Menjelang pelaksanaan pemungutan suara, masyarakat diharapkan ikut menjaga suasana tetap aman, tertib, dan kondusif.

Ketua Paguyuban Lurah, Pamong, dan Staf Kalurahan “Semar” Kabupaten Gunungkidul, Suhadi, mengajak seluruh masyarakat, calon Lurah, maupun pendukung masing-masing calon untuk bersama-sama menjaga kondusivitas selama seluruh tahapan Pilur berlangsung.

“Paguyuban Semar mengucapkan selamat berpesta demokrasi kepada seluruh kalurahan yang sedang melaksanakan Pemilihan Lurah,” kata Suhadi.

Menurut Suhadi, perbedaan pilihan dalam Pilur merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi pemicu perselisihan ataupun mengganggu kerukunan yang telah terjalin di tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh pihak mengikuti tahapan Pilur sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku serta menghindari berbagai bentuk provokasi maupun intrik politik yang berpotensi mengganggu jalannya pemilihan.

“Kami berharap kita semua dapat menjadikan proses demokrasi ini berjalan kondusif. Jangan sampai muncul intrik-intrik politik yang melanggar aturan. Mari kita jalankan segala sesuatu berlandaskan peraturan dan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Suhadi menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Para calon Lurah dan pendukungnya diharapkan dapat memberikan contoh pelaksanaan demokrasi yang sehat.

“Mari kita jaga suasana Gunungkidul tetap aman, nyaman, dan kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, Pilur hendaknya dipandang sebagai proses untuk memilih pemimpin yang mendapatkan kepercayaan masyarakat, bukan sebagai ajang mempertajam perbedaan.

Ia juga berharap masyarakat dapat menerima hasil Pilur dengan tetap menjaga persaudaraan. Siapapun yang nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat harus diberikan kesempatan untuk menjalankan amanah dan membangun kalurahan.

“Apabila proses ini berjalan baik sejak awal, maka nanti siapapun yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan tenang, lancar, dan maksimal demi memajukan pembangunan di wilayah masing-masing,” katanya.

Suhadi menilai suasana masyarakat yang damai dan kondusif menjadi salah satu modal penting dalam keberlanjutan pembangunan kalurahan. Karena itu, setelah seluruh tahapan Pilur selesai, masyarakat diharapkan kembali bersatu dan bersama-sama mendukung pembangunan.

“Masyarakat yang damai dan kondusif adalah kunci utama keberhasilan pembangunan,” pungkasnya.

Dengan pelaksanaan Pilur Serentak di 31 kalurahan, Paguyuban Semar mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara bijak dan bertanggung jawab. Perbedaan pilihan diharapkan tetap menjadi bagian dari dinamika demokrasi tanpa mengorbankan persatuan dan kerukunan warga Gunungkidul.(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses