
Lembang, medianasional.id – Hasil panen yang tidak maksimal menjadi permasalahan utama para petani sayur khususnya buah tomat di lembang dari tahun ke tahun. Salah satunya dialami oleh kelompok tani di Desa Jaya Giri Lembang Jawa Barat.
Tomat kecil dan keriput yang dihasilkan oleh petani membuat volume hasil panen yang dapat dijual oleh para petani menurun. Kerusakan buah tomat pernah mencapai angka 50 persen dari total hasil panen dari seluruh lahan yang ditanami tomat.
Kelompok Tani Hutan (KTH) Sayuran Gunung Putri, desa Jayagiri, Lembang, Jawa Barat diwakili oleh Pak Adi mengungkapkan saat ini petani tomat di wilayahnya hampir selalu membuang tomat hasil panen yang berkualitas rendah dan tidak lolos sortir. Tomat-tomat tersebut dibiarkan membusuk di lokasi penyortiran hasil panen.
Selain hasil panen yang jauh dari harapan, para petani sayur di lembang pun membutuhkan bantuan irigasi berupa pipa air sepanjang 6 KM untuk memenuhi kebutuhan pengairan pertanian.
“Pipa tersebut untuk irigasi, yang sangat dibutuhkan para petani di Gunung Putri untuk pengairan pertanian sayuran mereka,” kata Adi.
Sedangkan Abah, sesepuh Petani di kawasan Gunung Putri, mengungkapkan pentingnya pendampingan terhadap para petani sebagai salah satu upaya peningkatan dan pemberdayaan masyarakat pertanian. Dari mulai pendampingan proses tanam hingga pendampingan pasca panen.
“Kami berharap kedepan agar diadakan kegiatan lanjutan untuk membuka wawasan dan pemberian penyuluhan pertanian sehingga kesejahteraan para petani dan masyarakat sekitar akan lebih meningkat”.
Hal senada disampaikan oleh Ketua DPP PPP bidang tani nelayan dan perikanan, Rina Fitri yang dijumpai saat sedang panen bersama petani sayur lembang, bahwa ketahanan pangan bangsa sangat bertumpu kepada para petani. Permasalahan di depan mata ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat. Lalu pemerintah harus bagaimana? dalam hal ini pemerintah harus memahami kesulitan-kesulitan yang dialami para petani dan dapat memberikan solusi atas segala permasalahan tersebut, seperti memberikan pelatihan peningkatan kualitas sdm, pemberian bantuan pupuk dan infrastruktur pertanian serta membantu membukakan akses pasar atas hasil pertanian para petani Indonesia baik di dalam negeri ataupun ke pasar luar negeri.
Reporter : Andika






