KENDAL– MEDIANASIONAL.ID– MTs NU Jatipurwo, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, kembali dilanda kebakaran untuk kedua kalinya dalam sepekan. Setelah kebakaran pertama terjadi pada Kamis (9/7/2026), insiden serupa kembali terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Polisi kini melakukan penyelidikan mendalam menyusul dugaan adanya aksi pembakaran yang dilakukan oleh orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut menggegerkan warga Desa Jatipurwo. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah keterangan guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.
Tokoh masyarakat Desa Jatipurwo sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga mengenai kebakaran tersebut dan langsung menuju lokasi.
“Jadi kejadian kebakaran yang pertama di lantai atas itu kemarin sudah dilaporkan oleh Bapak Ainurrochim (juga Anggota DPRD Kendal) kepada pihak kepolisian, dan dari pihak polsek sudah datang ke lokasi. Nah hari ini dibakar lagi yang lantai bawah, malah lebih parah,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Munawir menyebut, kebakaran kali ini menghanguskan sejumlah fasilitas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengaji dan ibadah. Beberapa peralatan seperti kipas angin, penyekat jarak, perlengkapan mengaji, hingga peralatan salat dilaporkan rusak akibat dilalap api.
“Ya terbakar semua, karena yang lantai bawah itu kan buat sarana mengaji. Jadi yang lantai atas itu untuk madrasah tsanawiyah, lha lantai bawah untuk madrasah diniyah sore,” jelasnya.
Menurut Munawir, berdasarkan laporan warga, api pertama kali diketahui sekitar pukul 03.00 WIB oleh seorang warga yang hendak berangkat bekerja. Saat melintas di depan MTs NU Jatipurwo, warga tersebut melihat kobaran api lalu segera memberitahukan kepada warga sekitar.
“Setelah sampai di lokasi, saya telpon Pak Kapolsek Rowosari melaporkan kejadian, yang kemudian dari pihak polsek mengirimkan personelnya untuk mengamankan lokasi kejadian,” ungkapnya.
Politikus PDI-Perjuangan itu berharap, aparat kepolisian dapat segera mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi dua kali dalam waktu berdekatan tersebut, termasuk apabila benar terdapat unsur kesengajaan.
“Ya karena ini sudah ditangani pihak kepolisian, kita serahkan semuanya kepada proses penyelidikan. Supaya bisa tahu apa penyebab pasti kejadian ini, dan kalau diduga ada oknum yang berbuat bisa segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Munawir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada kebakaran pertama yang terjadi Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 05.00–06.00 WIB, seorang guru menemukan bahan bakar jenis Pertamax yang dimasukkan ke dalam galon air mineral serta sebuah korek api di lingkungan sekolah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Sementara pada insiden kedua, dini hari Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 03.00–03.30 WIB, kembali ditemukan pentol korek api di bagian belakang sekolah. Lokasi tersebut diduga menjadi titik awal munculnya api yang menyebabkan kebakaran dan kini masih didalami oleh penyidik berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Pihak sekolah berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku beserta motif di balik dugaan aksi pembakaran yang menyebabkan MTs NU Jatipurwo dua kali terbakar dalam kurun waktu sepekan.(#)




