Petani Melon Urut Sewu Numpang Lahan, Latihan Nembak TNI-AD Berlangsung Aman

Kebumen227 Dilihat

Kebumen, medianasional.id – Panglima Divisi Infanteri -1/Kostrad (Pangdivif-1/Kostrad) Mayjend TNI Dedy Kusmayadi melaksanakan kunjungan kerja meninjau latihan menembak Uji Siap Tempur (UST) Latbakjatrattik senjata berat Batalyon Armed 10/2/1 Kostrad di lapangan tembak Dislitbangad Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, Minggu (30/8).

Selain meninjau latihan menembak, Pangdivif-1/Kostrad Mayjend TNI Dedy Kusmayadi juga melakukan pemberian paket Sembako gratis kepada sejumlah petani di wilayah urut sewu. Pangdivif-1/Kostrad menjelaskan,” Latihan menembak UST ini berjalan dengan baik dan lancar tidak ada masyarakat tani yang merasa dirugikan, semua baik dan lancar, bahkan masyarakat urut sewu menerima latihan kita ini dengan legowo,” kata Pangdivif-1/Kostrad.

Lebih lanjut Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad juga menegaskan, bahwa adanya lahan petani yang rusak itu tidak seperti yang beredar di Medsos alias HOAX, kita jangan terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas yang sengaja membenturkan TNI-AD dengan masyarakat. Warga disini biasa saja dan tidak mempermasalahkan latihan menembak yang dilakukan TNI-AD, bahkan warga mendukung latihan tersebut guna peningkatan profesionalisme.” kata Pangdivif-1/Kostrad

Warga mengucapkan terimakasih atas pemberian Sembako itu, ini sebagai bukti untuk masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi, karena faktanya di lapangan, antara masyarakat dan TNI saling berdampingan, saling menyadari, memahami (TNI Manunggal dengan Rakyat) sehingga latihan dapat berjalan kondusif.

Petani melon tidak merasa dirugikan dengan adanya latihan TNI-AD tersebut, petani melon yang tanamannya rusak akibat terlindas kendaraan TNI_AD saat latihan tidak seperti yang beredar di Medsos, kami biasa-biasa saja. “Kalau itu ada yang melindas, itu hal yang wajar, saya ikhlas. Resiko menanam dilahan milik TNI AD yang digunakan latihan menembak,” kata salah seorang warga Nanang Eko Prasetyo. Kata Nanang, hubungan antara petani dan TNI-AD berjalan baik-baik saja.

Ia pun berharap para petani tetap dapat menanam di lahan tersebut. Demikian juga dengan aktivitas anggota TNI-AD yang menggelar latihan di wilayah tersebut juga dapat tetap berjalan. Sementara itu, petani lainnya bernama Paryono mengatakan, sebelum latihan yang dimulai pada Senin (24/8/2020), pihak TNI-AD telah memberitahukan kegiatan tersebut.
“TNI-AD sudah sosialisasi jauh-jauh hari sebelumnya. Kami petani memahami bahwa lahan ini milik TNI-AD dan kami hanya numpang menanam melon,” ujar Paryono saat klarifikasi didampingi Kades Setrojenar Muslim Sidik.

Reporter : Tio

Editor : Drajat

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses