Perkuat Sabuk Hijau Pantai Kuripan, DLH Batang Akselerasi Restorasi Ekosistem Pesisir

Batang436 Dilihat

BATANG, medianasional.Id.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang mengambil langkah taktis untuk melindungi kawasan pesisir Pantai Kuripan dari ancaman abrasi dan banjir rob. Melalui pendekatan berbasis alam (nature-based solution), DLH mengintensifkan penanaman vegetasi mangrove sebagai benteng alami sekaligus ruang pemulihan ekosistem laut.

Meski jika disandingkan dengan wilayah lain seperti Kecamatan Subah, kondisi Pantai Kuripan terpantau relatif lebih aman, Pemerintah Kabupaten Batang memilih untuk tidak bersikap pasif. Langkah mitigasi sejak dini dinilai krusial demi menjaga keberlangsungan daratan pesisir.

“Jika dibandingkan dengan wilayah di Kecamatan Subah, situasi rob di Pantai Kuripan ini sebenarnya relatif lebih aman,” ujar Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (21/9/2026).

Kendati demikian, Rusmanto menegaskan bahwa kewaspadaan dan tindakan preventif tetap menjadi prioritas utama. Penanaman mangrove diproyeksikan memberikan perlindungan ganda (double protection) bagi kawasan penyangga pantai.

“Penanaman mangrove ini merupakan langkah antisipasi strategis. Ke depan, vegetasi ini tidak hanya efektif meredam hantaman rob dan menahan laju erosi, tetapi akar-akarnya yang kokoh juga akan menjadi habitat alami serta ruang tumbuh yang ideal bagi berbagai biota laut,” jelasnya.

Melalui program konservasi ini, DLH Batang menargetkan pemulihan kualitas lingkungan pesisir secara komprehensif. Upaya ini dirasa kian mendesak mengingat dinamika alam yang terus mengikis daratan secara konstan dari waktu ke waktu. Berdasarkan pemantauan di lapangan, wilayah pesisir Batang secara umum mengalami penyusutan garis pantai yang cukup signifikan setiap tahunnya.

“Secara umum, laju pengurangan atau mundurnya garis pantai di wilayah kita berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter per tahun. Tanpa intervensi dan penanganan yang tepat, bentang alam pesisir Batang lambat laun akan terus tergerus,” pungkas Rusmanto.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses