Perkuat Penanganan Kekerasan dan TPPO, Menteri PPPA Dorong Sinergi Lintas Lembaga di Polres Indramayu

Indramayu1869 Dilihat

Indramayu, Medianasional.id – Mentri Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan RI Arifatul Choiri Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Mapolres Indramayu Kamis (11/06). Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk forum koordinasi lintas lembaga dalam memperkuat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Jawa Barat.

Kapolres Indramayu AKBP M.Fajar Gemilang dalam sambutannya mengatakan, perlindungan terhadap perempuan dan anak memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Sementara karakteristik Kabupaten Indramayu yang memiliki mobilitas penduduk tinggi menghadirkan tantangan tersendiri dalam penanganan berbagai kasus termasuk kekerasan terhadap anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Kasus-kasus yang kita hadapi sering kali memiliki keterkaitan lintas wilayah, bahkan hingga tingkat internasional.Karena itu dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Fajar mengungkapkan, sepanjang tahun 2026 Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu telah menangani 76 laporan polisi. Dari jumlah itu, sebanyak 39 perkara berhasil diselesaikan atau sekitar 51,31 persen. Kasus yang paling banyak ditangani adalah kekerasan fisik terhadap anak sebanyak 24 perkara. Disusul kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan persetubuhan terhadap anak yang masing-masing mencapai 17 kasus.

Selain itu, Polres Indramayu juga menangani empat kasus TPPO selama tahun 2026, dengan satu perkara telah berhasil diselesaikan.

Hal yang hampir senada dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum PPA dan PPO Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rumi Untari. Dia memaparkan data penanganan perkara perempuan dan anak di tingkat provinsi sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kasus tersebut didominasi KDRT sebanyak 384 perkara, cabul terhadap anak 236 perkara, kekerasan terhadap anak 219 perkara, serta 16 kasus TPPO.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyebut peningkatan jumlah laporan tidak selalu menunjukkan kondisi yang semakin buruk, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor. ” Korban kekerasan kini semakin berani melapor. Ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan yang tersedia,” ujar dia dalam sambutannya.

Arifatul juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi agar setiap kasus dapat ditangani secara cepat, tepat, dan berperspektif korban.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses