Bogor, Medianasional.id – Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menggelar kegiatan Aksi Bersih dan Hijaukan Puncak di bantaran Kali Ciesek, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Jumat (5/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sekaligus Milad ke-9 AMBS.
Dalam kegiatan tersebut, AMBS bersama masyarakat, pelajar, dan berbagai elemen lingkungan melakukan penanaman sekitar 500 pohon, aksi bersih-bersih sungai, serta penebaran 10 ribu bibit ikan endemik di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane.
Ketua Umum AMBS, Muhsin, S.IP., mengatakan kegiatan ini akan menjadi program rutin organisasi sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, penghijauan di bantaran sungai penting dilakukan untuk mencegah erosi sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami ingin mengajak masyarakat memulai pelestarian lingkungan dari kawasan hulu. Karena itu, kegiatan penghijauan, pembersihan sungai, dan edukasi lingkungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan serta diperluas ke berbagai wilayah di Kabupaten Bogor,” ujar Muhsin.
Sementara itu, Camat Ciawi, Saeful Jack Peter menyambut baik inisiatif yang dilakukan AMBS dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian alam.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama. Semakin banyak elemen masyarakat yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan oleh lingkungan maupun masyarakat itu sendiri,” katanya.
Di lokasi yang sama, Camat Megamendung, Ridwan, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum positif karena bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Jadi Bogor ke-544, dan Milad AMBS ke-9. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan dan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja tanpa dukungan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dapat menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ridwan.
Melalui kegiatan tersebut, AMBS berharap gerakan penghijauan dan pelestarian sungai dapat terus berkembang serta menjadi budaya bersama dalam menjaga kawasan hulu dan lingkungan hidup di Kabupaten Bogor.






