
Malang, medianasional.id – Puncak peringatan Hari Kartini ke -139 di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang berlangsung meriah. Acara dipusatkan di Balai Desa Karangwidoro, Minggu (22/04/2018).
Peringatan Hari Kartini dimeriahkan dengan acara lomba fashion show, lomba hijab, dan lomba tumpeng. Masing- masing lomba akan mendapatkan hadiah uang senilai Rp 250.000 untuk juara pertama, Rp 150.000 untuk juara kedua, dan Rp.100.000 untuk juara ketiga.
Ketua Tim Penggerak PKK, Nanik Winarsih menyampaikan “Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Desa Karangwidoro, kami mengucapkan selamat Hari Kartini ke -139, majulah para wanita Indonesia. Para wanita harus maju dan mengharumkan nama bangsa.” ucapnya saat ditemui oleh medianasional.id pada sela-sela acara peringatan Hari Kartini.

“Hal ini kita lakukan untuk mengenang perjuangannya dalam memperjuangkan hak- hak perempuan. Seorang jendral pun tidak akan bisa sehebat itu tanpa seorang istri dan ibunya. Oleh sebab itu cita- cita luhur seorang Kartini harus dijunjung tinggi, keluhuran cita- cita Kartini yang dituntunkan dalam sikap tegas para kaum wanita” imbuhnya.
Nanik Winarsih juga mengatakan Hak asasi manusia juga memperhatikan keterlibatan kaum wanita dalam keikutsertaan membangun nusa dan bangsa, semoga Tuhan senantiasa meridhoi khususnya wanita Indonesia dalam menegakkan kehidupan berbangsa dan bernegara, bertambah jaya dalam menjaga nama baik keluarga.
Peringatan Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahunnya. Namun hendaknya kita jadikan kegiatan ini bukan hanya seremonial semata, namun kita harus bisa memaknai peringatan ini. Sehingga para wanita Indonesia bisa terus berupaya meningkatkan perannya demi kemajuan bangsa dan Negara tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.
Semoga dengan peringatan ini muncul generasi Kartini baru untuk terus berjuang baik sebagai Pejuang Hak wanita dan sebagai Pondasi peting dalam kemajuan Negara Indonesia di berbagai aspek, seperti sebuah lagu yang diciptakan oleh WR. Supratman “Ibu kita Kartini Putri sejati, Putri Indonesia harum namanya”. Meskipun beliau sudah tidak ada namun namanya dan perjuangannya bisa terus dinikmati hingga sekarang.
Semoga kita bisa menjaga hasil jerih payah perjuangan Kartini dan bisa meneruskan dalam kehidupan ke depan.(narto)






