Perbedaan antara Coronavirus dan COVID-19 serta Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Memerangi Pandemi COVID-19

Artikel328 Dilihat
Oleh :
Dewi Oktari
(is a Student  English Language Education Program of Peradaban University, Brebes Regency, Central Java)

COVID-19 telah menjadi momok yang menakutkan di tahun 2020 ini.  Virus ini telah menelan jutaan korban di berbagai belahan dunia. Dilansir dari Worldometers pada tanggal 27 Juli 2020 yaitu pada unggahan terbarunya, virus ini telah menginveksi lebih dari 16 Juta di seluruh dunia, 600 ribu lebih meninggal dunia dan 10 juta lebih orang sembuh dari virus ini. Angka tersebut sangat memprihatinkan karena jika penduduk di setiap negara masih tidak perduli dengan protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah yang ada maka masih akan terjadi kenaikan kasus disetiap harinya.

Pandemi ini disebabkan karena adanya virus corona terbaru yaitu COVID-19. Banyak orang yang masih salah persepsi dalam membedakan antara virus corona dan COVID-19. Dimana Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19.Sedangkan, COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.  Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia.

Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah. Gejala lainnya yang lebih jarang dan mungkin dialami beberapa pasien meliputi rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang menjadi terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan. Namun virus ini bisa berakibat fatal jika penderita sudah mengalami beberapa penyakit bawaan seperti jantung dan penyakit berat lainnya.

Di Indonesia sendiri masih terjadi peningkatan dimana dari sumber yang sama yaitu Worldometers jumlah kasus per 27 Juli 2020 sudah mencapai 98. 778 ribu lebih positif terpapar COVID-19, 4.781 meninggal dunia dan 56.655 terkonfirmasi sembuh dari COVID-19. Tentunya data ini akan mengalami penurunan jika adanya keselarasan antara pemerintah yang membuat berbagai peraturan pencegahan dan pengobatan juga dukungan dari masyarakat untuk tetap hidup sehat dan tidak menimbulkan kerumunan di tempat umum maupun di tempat pribadi.  Lalu apakah sebenarnya peran masyarakat dalam memerangi wabah penyakit ini?

Pandemi ini telah melumpuhkan berbagai aktivitas di seleruh dunia seperti perekonomian, pendidikan,  bisnis, pemasaran dan lainnya. Di Indonesia sendiri untuk tetap melanjutkan keberlangsungan hidup mulailah di berlakukannya standar new normal. Menurut Yuri achmad (Juru bicara pemerintah penanganan COVID-19) , tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan.

Perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal. Masyarakat harus melakukan hidup sehat dengan berolahraga, cuci tangan setelah menyentuh barang di tempat umun dan harus tetap melakukan physical distancing atau jaga jarak antara satu orang dengan orang lain jika memang mengharuskan mereka untuk keluar rumah.  Jika tidak terlalu penting sebaiknya tetap berada dalam lingkungan rumah agar tetap aman.

Dengan banyaknya korban masyarakat harusnya lebih aware dengan wabah penyakit ini.  Satu tindakan masyarakat dapat membantu memutuskan rantai penularan jika dilakukan dengan tepat bukan itu saja tetapi juga bisa mengantisipasi agar tidak terjadi timpang tindih pasien di rumah sakit umum maupun daerah. Sekali lagi peran masyarakat sangat penting untuk memerangi wabah ini jangan berpergian ke tempat hiburan yang menimbulkan banyak kerumunan terlebih dahulu karena kesehatan anda dan keluarga anda jauh lebih penting dari pada sebuah foto yang dijadikan status di media sosial yang justru menimbulkan kontroversi publik.

Rekreasi memang penting tetapi masyarakat juga harus lebih menyadari dimasa pandemi ini. Jika memang mungkin mau membuat suasana agar tidak jenuh ketika dirumah coba lah berfikir kreatif misalnya saja bisa membangun tenda mini dengan anak atau saudara diarea rumah atau bisa melakukan hal-lah positif lainnya seperti merenovasi rumah dengan cara mengecat diding atau mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai dengan begitu hidup di lingkungan rumah tidak lagi membosankan dan pikiranpun menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses