Pengusaha Kaya Dihabisi Pekerja Sendiri, Jasad Dicor di Ruko Rawamangun

Jakarta862 Dilihat

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly Pada Konperensi Pers. 

Jakarta, Medianasional.id – Kasus pembunuhan keji kembali mengguncang Jakarta. Seorang pengusaha kaya berinisial JS (69) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, jasadnya dicor di sebuah ruko di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Pelaku yang tak lain adalah pekerja kepercayaannya, ZA (35), kini telah diamankan pihak kepolisian.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol. Nicolas Ary Lilipaly, dalam konferensi pers hari ini mengungkapkan kronologi kejadian. Peristiwa tragis itu bermula pada Minggu, 16 Februari 2025, ketika korban pamit dari rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan, untuk mengecek proyek renovasi rukonya yang sebelumnya berfungsi sebagai kafe.


Kelurga korban dan Kuasa Hukum

Setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, JS langsung bertemu dengan ZA yang bertugas mengawasi proyek. Saat itu, korban menanyakan perihal bahan bangunan yang hilang, termasuk hebel dan semen. Ketika korban mengusulkan untuk melaporkan kehilangan tersebut ke polisi, ZA menolak, hingga akhirnya terjadi pertengkaran.

“Korban emosi dan menampar tersangka. Saat hendak menampar lagi, tersangka menangkis, korban terpeleset dan jatuh. Korban kemudian kembali berdiri dan melontarkan kata-kata kasar, serta berusaha memukul lagi. Terjadi dorongan, korban terjatuh, dan saat itulah tersangka mengambil batu behel dan menghantam kepala korban berkali-kali,” ungkap Kombes Nicolas.

Tak berhenti di situ, setelah memastikan korban tak bernyawa, ZA tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Bahkan, ia sempat pulang ke rumah orang tuanya di Pekalongan sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Parahnya, ia juga memasuki rumah korban, diduga untuk menggasak harta benda milik JS.

Kuasa Hukum Sudah Curiga Sejak Awal

Kasus ini semakin menarik perhatian setelah kuasa hukum keluarga korban dari Kantor Hukum Forum Pemuda Kalimantan Barat, Dr. Aturkian Laia, SH., MH., mengungkap bahwa mereka sudah mencurigai sesuatu yang janggal sejak awal.

“Kami mencium kejanggalan sejak pertama kali mengunjungi lokasi. Namun, laporan awal kami terkesan diabaikan oleh pihak kepolisian,” ujar Aturkian.

Tak tinggal diam, tim kuasa hukum pun bertindak layaknya detektif swasta. Mereka memeriksa rekaman CCTV dari LRT dan Aek Nauli Cafe, serta mengamati aktivitas di sekitar rumah korban. Dari hasil investigasi itu, mereka menemukan bukti bahwa tersangka beberapa kali memasuki rumah korban.

“Kami langsung meminta polisi untuk mengamankan pelaku, dan akhirnya ZA berhasil ditangkap,” tambah Honky Alexander Boenarta, SH., rekan Aturkian dalam tim hukum keluarga korban.

Meski ZA telah ditangkap, tim kuasa hukum menduga kasus ini belum sepenuhnya terungkap. Mereka mencurigai adanya keterlibatan orang lain.

“Ada bukti CCTV yang menunjukkan seseorang membantu memindahkan mobil korban ke dalam bangunan. Selain itu, tersangka bisa mengakses ATM korban. PIN bersifat rahasia, apakah ada pihak lain yang ikut terlibat?” kata Honky.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini. Dengan dugaan adanya pelaku lain, diharapkan kasus pembunuhan sadis ini dapat terungkap secara menyeluruh dan pelaku dihukum seberat-beratnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses