Kartanegara, Medianasional.id – Jumari, Kepala Desa Jonggon Desa yang menjabat sejak 2022 hingga 2030, menyampaikan rencana prioritas pembangunan Jonggon Desa untuk tahun 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengadaan fasilitas dasar, infrastruktur, serta pengembangan pendidikan dan ekonomi desa.kecamatan loakulu kabupaten kutai kertanegara provensi kalimatan timur yang berbatas lagsung dengan ibukota negara.
1. Pengadaan Air Bersih
Salah satu kebutuhan mendesak yang diusulkan adalah pengadaan air bersih di beberapa wilayah, khususnya Kampung jonggon Desa dan Program ini diharapkan dapat melanjutkan pengadaan sistem air bersih hingga menjangkau rumah-rumah warga, sebagaimana telah dilakukan srperti di wilayah desa lain.
2. Sarana Pendidikan
Desa Jonggon juga memprioritaskan pengadaan lahan untuk pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA), lengkap dengan fasilitas lapangan sepak bola. Langkah ini diambil untuk menunjang akses pendidikan dan kegiatan olahraga bagi generasi muda di desa.
3. Infrastruktur Jalan dan Jembatan
Kondisi infrastruktur menjadi perhatian serius. Beberapa jembatan dinilai tidak memadai, seperti jembatan di RT 10 Jonggon C yang memiliki panjang sekitar 20 M dan umtuk peningkatsn jalan tersisa 2 hingga 2,5 kilometer, serta jalan di Jokonti sepanjang 1,5 hingga 1,7 kilometer. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
4. Penerangan Jalan Umum (PJU)
Masalah penerangan jalan juga menjadi salah satu perhatian utama. Saat ini, banyak lampu jalan di jalan poros desa yang tidak berfungsi. Permintaan diperbaikan telah diajukan ke Dinas Perhubungan, namun hingga kini belum terealisasi. “Kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki lampu jalan yang rusak, terutama karena wilayah ini rawan kecelakaan dan kriminalitas akibat minimnya penerangan,” ujar Jumari.
5. Swasembada Pangan dan Pelestarian Hutan
Sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, Desa Jonggon Desa bertekad untuk mencapai swasembada pangan dengan memanfaatkan lahan pertanian secara optimal. Namun, luas lahan yang dapat diolah warga hanya sekitar 20% dari total 76.000 hektar wilayah desa. Jumari juga menyoroti pentingnya pelestarian hutan dan tradisi pertanian lokal yang mulai terancam punah.
Moto Desa: Bersatu Membangun Jonggon
Di bawah kepemimpinannya, Jumari mengusung moto Bersatu Membangun Jonggon Desa untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan desa. “Kami masih membenahi satu per satu masalah yang ada, seperti mengurai benang kusut. Harapan kami, di tahun-tahun mendatang, Desa Jonggon Desa tidak lagi dipandang sebelah mata dan mampu menjadi desa yang mandiri secara pangan dan ekonomi,” pungkas Jumari. (din)






