Pembangunan Pasar Rejotangan Diduga ‘Double’ Anggaran

Jawa, Jawa Timur499 Dilihat
Tulungagung – Pembangunan pasar Rejotangan pada tahun 2015 lalu diduga banyak kejanggalan di dalam mekanisme penganggaran dananya, untuk pembangunan hanggar dan relokasi pasar los rejotangan.
Rabu (23/08) di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), kadis Eko Sugiono melalui Kasi bagian Pasar Kusnanto, saat dikonfirmasi wartawan Medinas mengatakan dan membenarkan terkait adanya pembangunan Hanggar dan relokasi pasar los Rejotangan pada tahun 2015 lalu.
“Sumber anggaran dari APBD, dengan pagu Rp 1.440.000.000,- untuk penyediaan kegiatan dengan cara lelang umum.
Pengadaan lelang umum dilaksanakan awal yang dimulai pada bulan Mei 2015 sampai akhir lelang pada bulan Juni 2015″, jelasnya.
“Untuk awal pekerjaan pembangunan hanggar dan relokasi pasar los Rejotangan dimulai pada bulan Juni 2015 sampai selesai pada bulan Desember 2015.
Untuk pembangunan sekitar lima kios di pasar Rejotangan dan penyediaan lapak sementara bagi para pedagang. Dan untuk para pedagang yang tempatnya akan dibangun, disediakan tempat sementara untuk berjualan di belakang kios atau di buatkan lapak sementara”, ungkap Kusnanto.
Masih di dalam pembangunan pasar Rejotangan, terdapat satu paket pekerjaan lagi yang juga ada di pasar Rejotangan dengan waktu dan juga tempat yang sama. Untuk anggaran pengadaan lapak sementara di pasar los Rejotangan, dengan pagu anggaran Rp 140.000.000, yang kegiatannya dilakukan secara Penunjukan Langsung (PL).
Dengan adanya keganjalan itu, Kamis (24/08) saat dikonfirmasi lagi oleh wartawan Medinas terkait adanya satu paket lagi untuk pembangunan lapak di pasar Rejotangan dengan pagu Rp 140.000.000 itu, Kusnanto mengatakan dan membenarkan adanya anggaran untuk satu paket lagi pekerjaan. “Anggaran itu untuk dana pendampingan saja, hanya terserap Rp 26.000.000,- serta sisanya sudah kita kembalikan ke KASDA mas,” katanya kepada wartawan.
Di mana Kusnanto juga sudah mengatakan, “relokasi pembangunan los pasar sama artinya dengan membangun/menyediakan lapak sementara kepada pedagang pasar untuk memindahkan sementara dagangannya. Sedangkan dana relokasi atau pembangunan lapak sementara sudah masuk paket relokasi pembangunan los pasar”, tambahnya.
Tapi anehnya kenapa untuk pembangunan ini, ada satu lagi paket untuk pembangunan lapak sementara. Di sini ada indikasi pembangunan pasar Rejotangan tahun 2015 diduga tumpang tindih anggaran, atau dalam satu proyek pembangunan pasar dengan dua anggaran pada pembangunan lapaknya.(soni)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses