Pelajar Asal Banyumas Perkenalkan Batik Banyumasan di Kancah Internasional

Internasional583 Dilihat

Chongqing, medianasional.id – Seorang pelajar asal Banyumas, Jawa Tengah, berhasil membawa batik Banyumasan ke panggung internasional, memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada dunia. Yasinta, seorang mahasiswi berusia 24 tahun, berasal dari Banyumas dan telah menorehkan berbagai prestasi di berbagai bidang. Saat ini, ia merupakan mahasiswa aktif di Chongqing University dengan beasiswa penuh dari pemerintah China.

Di tengah kesibukan tahun terakhir pendidikan S2-nya, Yasinta tetap aktif memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya Banyumas, di kancah dunia. Pada Minggu, 18 November 2024, Yasinta menjadi satu-satunya delegasi Indonesia yang ikut memeriahkan acara International Culture Festival di Chongqing University. Mengenakan batik merah khas Banyumas, ia berhasil menarik perhatian dan mendapat berbagai pujian.

“Sekitar 35 negara turut serta di International Culture Festival, dan saya satu-satunya yang mewakili Indonesia di acara fashion show,” ujar Yasinta.

Ia memilih mengenakan batik khas Banyumasan karena ingin memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada dunia.

“Menurut saya, berkuliah di luar negeri menjadi kesempatan emas bagi para pelajar Indonesia untuk lebih memperkenalkan kekayaan dan keindahan budaya Indonesia,” tambahnya.

Dalam busananya, Yasinta mengangkat tema “Warisan Leluhur, Gaya Masa Depan Indonesia”. Busana tersebut dirancang dengan sentuhan warna alami dan motif yang sarat makna budaya. Penampilannya dilengkapi dengan riasan hijab, yang menjadi simbol bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Batik Banyumasan memiliki ciri khas yang berbeda dari batik daerah lain, dengan pola yang lebih sederhana namun tetap sarat filosofi,” jelas Yasinta.

Acara tersebut berhasil menarik perhatian dari berbagai kalangan. Banyak yang terkagum dengan keunikan dan kualitas batik Banyumasan, yang dianggap belum banyak dikenal di kancah internasional. Yasinta berharap pelajar Indonesia lainnya dapat membantu memperkenalkan potensi kerajinan tangan lokal Indonesia, khususnya dari Banyumas, agar lebih dikenal di dunia internasional.

Dengan semakin berkembangnya industri kreatif di Indonesia, Yasinta berharap agar batik Banyumasan dapat menjadi simbol kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, ia optimis batik Banyumasan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal sekaligus melestarikan budaya leluhur.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses