KENDAL- medianasional.id– Kopi asli Kabupaten Kendal resmi masuk radar pasar Jepang, khususnya ke Kota Sue Machi, Prefektur Fukuoka. Peluang ekspor ini segera terwujud usai Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melakukan pembahasan langsung dengan Wali Kota Sue Machi, Suichi Hiramatsu.
Dalam pertemuan tersebut, Sue Machi menekankan permintaan khusus kopi yang memiliki cita rasa dan karakter asli Kendal, bukan kopi dari daerah lain.
Kerja sama ini semakin strategis karena di Sue Machi telah berdiri pabrik pengolahan kopi yang siap menyerap bahan baku dari Kendal. Menurut bupati, kolaborasi ini didorong oleh kebutuhan industri Jepang terhadap pasokan kopi berkualitas, sekaligus komitmen Pemkab Kendal untuk mendorong komoditas unggulan lokal agar naik kelas ke pasar ekspor.
Sebelumnya, pabrik tersebut mengandalkan suplai kopi dari Jawa Barat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, mutu kopi dari pemasok utama dinilai menurun. Kondisi itu membuat industri di Sue Machi kembali membuka pencarian wilayah penghasil kopi baru yang mampu menjaga standar kualitas sekaligus memenuhi kebutuhan stok secara stabil dan berkelanjutan.
Ia menyebut pesan inti dari pihak Jepang tegas, kualitas tidak boleh turun, dan pasokan harus terjaga tanpa putus. “Kami diminta menyiapkan sampel kopi asli Kendal sebagai tahap awal. Selain itu, Jepang juga menekankan agar produksi dari petani mampu memenuhi kebutuhan bahan baku secara kontinyu,” ujar Dyah Kartika saat mendampingi kunjungan Wali Kota Sue Machi di Desa Sekucing, Kecamatan Rowosari, Kamis (27/11/2025).
Tidak hanya menyerap biji kopi, pabrik di Sue Machi bahkan menargetkan semua produk turunannya akan menggunakan 100 persen kopi asli Kendal sebagai brand identity mereka. “Rencananya bukan hanya olahan bubuk kopi, tetapi juga inovasi produk, salah satunya konsep bread coffee yang membawa nama Kendal,” ungkap bupati.
Pemerintah daerah menyambut langkah ini sebagai momentum penting ekspor perdana untuk kopi khas Kendal. Pemkab memastikan akan memperkuat kualitas dan volume produksi melalui pembinaan, standardisasi pascapanen, serta pendampingan intensif kepada kelompok dan komunitas petani agar kopi Kendal mampu bersaing di pasar internasional.
Bupati menegaskan, koordinasi dengan dinas terkait dan para petani akan segera dikebut guna memetakan kapasitas produksi di tingkat hulu. “Kami siap kawal dari kebun sampai ekspor. Tujuan kami jelas, mutu terjaga, pasokan aman, petani sejahtera, dan kopi Kendal bisa menjadi kebanggaan baru di panggung dunia,” tandas Dyah Kartika.

Sementara itu, terkait komoditas udang vaname, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengakui respons Wali Kota Sue Machi Suichi Hiramatsu belum seantusias kopi. Suichi menilai prosedur ekspor udang terlalu panjang karena harus melalui pihak ketiga, yakni perusahaan eksportir di Jakarta atau Surabaya, sehingga rantai distribusi dinilai kurang efisien.
Namun bupati menegaskan, bahwa pemerintah daerah tetap membuka peluang tindak lanjut kerja sama sambil meninjau skema ekspor yang lebih ringkas dan menguntungkan bagi produsen di tingkat lokal.
“Kami akan rapat koordinasi lagi untuk membahas hal ini lebih lanjut,” pungkas Bupati Dyah.(*)





