Banyumas, Medianasional.id – Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kabupaten Banyumas mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Gerakan Mendorong dan Mengembangkan Ekonomi Berkeadilan di Kabupaten Banyumas”.
Acara ini digelar untuk memperkuat peran perempuan kepala keluarga dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan melalui pengembangan ekonomi berbasis inklusi dan kolaborasi. Sabtu, (14/12/2024).
FGD yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Banyumas tersebut menghadirkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, pengusaha lokal, dan anggota PEKKA. Diskusi difokuskan pada strategi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi, memperkuat akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, serta menciptakan ekosistem usaha yang ramah perempuan.
Ketua PEKKA Banyumas, Yatimah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan ini penting untuk membuka peluang lebih luas bagi perempuan kepala keluarga.
“Perempuan kepala keluarga sering menghadapi berbagai tantangan, baik dalam hal akses modal maupun pendidikan keterampilan. Dengan FGD ini, kami berharap ada sinergi untuk menciptakan kebijakan yang mendukung ekonomi yang berkeadilan,” ujarnya.
Sambutan dari Ketua GOW Kabupaten Banyumas Dani sebagai pembicara utama, menegaskan komitmen GOW dalam mendukung pemberdayaan perempuan.
“Kami akan memperkuat program-program pelatihan dan pendampingan UMKM, khususnya bagi perempuan kepala keluarga, serta mempermudah akses ke permodalan bagi mereka,” katanya.
Selain diskusi, acara ini juga menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk lokal hasil karya anggota PEKKA, seperti kerajinan tangan, makanan olahan, dan hasil pertanian organik.
Hasil dari FGD ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan diajukan kepada pemerintah daerah sebagai langkah awal mewujudkan ekonomi berkeadilan di Kabupaten Banyumas.
“Kami berharap, dengan adanya kebijakan yang tepat, perempuan kepala keluarga dapat menjadi motor penggerak ekonomi di daerah ini,” pungkas Yatimah.
Acara ini ditutup dengan foto bersama anggota PEKKA dengan para organisasi wanita untuk terus memperjuangkan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.






