Pegiat Sastra Banyumas Tetap Berkarya Meski Ada Corona

176 views

Banyumas, Medianasional.id – Komunitas Orang Pinggiran Indonesia (KOPI) berkolaborasi dengan Satria Publisher menyelenggarakan kegiatan lounching buku Antalogi Puisi Sastra Pinggiran 2 dan Antalogi Nyanyi Sunyi, serta 7 (tujuh) buku terbitan Satria Publiser, Kamis (29/10/2020) di rumah Presiden Geguritan Banyumas, Wanto Tirta, di Desa Kracak RT 03/RW 01 Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan digelar dalam rangka memperingati dan mengisi Hari Sumpah Pemuda Tahun 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan standart WHO.

Pegiat puisi dan sastra Pinggiran sekaligus Presiden Geguritan Banyumas, Wanto Tirta yang akrab dipanggil Kang Wanto, mengatakan bahwa selain memperingati hari Sumpah Pemuda, tujuan kegiatan adalah dalam merayakan Bulan Bahasa dan menggemparkan kegiatan literasi serta menyemarakan kegiatan menulis, dan mendekatkan puisi pada kaum muda. Kang Wanto mengaku bangga acara lounching dihadiri anggota KOPI dan para pecinta puisi, sastrawan serta sastrawati muda.

“Terima kasih atas hadirnya sastrawan serta sastrawati termasuk yang muda. Disini ada Trisnatunabuyafi Ratnaatmaja, Sri Hartati, Adiyanto, Soekristianti, Kang Mad, Barok , Riswo Mulyadi, Hamidin, Pensil Kajoe, Rahmat Purwanto, R. Purwanto, Sus Woyo, Muslikhah, Hartim, Isdiyati, Nggayu Ruby, Dyah Mahendra, Fera Seftiana, Indra Gunawan, Susanto, Miko, Esti Umiyato, Ika Setianingsih, Yessy Diah, Fitri Subekti, beserta anak – anak muda generasi milenial lainnya. Kalian luar biasa,” kata Wanto Tirta.

Sementara itu Ketua Komunitas Sastra Pinggiran Banyumas, Trisnatunabuyafi Ratna Atmaja, berharap acara lounching dapat menggelorakan semangat literasi di Banyumas dan juga untuk menandai serta mengabadikan kejadian serta peristiwa yang terjadi selama pandemi corona19 yang melanda Indonesia dan dunia.

“Semoga Corona cepat sirna dari buana. Kita harus tetap berkarya walaupun ada corona,” katanya.

Pada kesempatan ini juga dilaunching tujuh buku terbitan Satria Publisher yaitu “Legenda Asal Usul Sungai Serayu” karya Barok, “Percik Prahara” karya Novelet duet Barok & Fitri Subekti, “Nyanyian Cinta dari Negeri Sebrang” karya Suswoyo.

Kemudian ada buku “Dari Cidora Hingga Burung Dara” karya Isdiyati,
“Catatan 1.000 Hujan” karya Wanto Tirta,
“Kumpulan Puisi Seremoni Purnama dan Novelet Maut dan Cinta” karya Pensil Kajoe dan buku “Bercermin Pada Pandemi” karya Sus Woyo,” pungkas Trisnatunabuyafi.

Sujiono, S.Pd

DomaiNesia

Banyumas

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.