Pentingnya Milenial Melek Digital
Oleh:
Muhamada Rafi Ilyas
(Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu)
Negara Indonesia yang disebut sebagai negara berkembang memang kerap sekali mendapat perhatian khusus dari negara-negara lain. Perhatian khusus ini banyak sekali ragamnya ada yang begitu takjub dengan kepemilikan Indonesia seperti, Budaya, adat-istiadat, kuliner dan juga bisa dari beragam fashion yang dipakai oleh masyarakat Indonesia. Maka tidak heran jika Indonesia banyak didatangi warga negara asing, bahkan tidak sedikit yang menginginkan menjadi bagian dari masyarakat asli Indonesia. Wisata-wisata yang ada di Indonesia juga memiliki pesona yang membuat betah masyarakat asing untuk menikmatinya. Namun, dalam hal ini tingkat kepedulian milenial terhadap era digital ini sangat disayangkan sebab hanya beberapa milenial saja yang merasa bahwa digital itu sangat penting dalam proses perkembangan baik untuk kalangan dirinya maupun sector yang ada di Indonesia.
Dilansir dari kompas yang terbit pada bulan November 2021 bahwa saat ini manusia sedang berada dalam zaman baru, yaitu evolusi baru yang mengedepankan kecepatan, berpacu dengan kecepatan yang luar biasa, yang ditandai dengan Cyber physical system (sistim fisik siber), menyatukan fisik digital dan biologis secara online, terkoneksinya seluruh media online/offline baik lokal dan global secara terus menerus melalui internet. Akses internet telah mampu menghubungkan jarak ribuan kilometer hanya dalam hitungan detik. dalam hal ini kita sama-sama menyadari bahwa zaman yang sekarang sedang terjadi bukanlah zaman yang orang terdahulu nikmati. Sebagai generasi yang tumbuh pada zaman ini sudah mampu memahami situasi bagaimana kita berjalan beriringan dengan teknologi.
Berdasarkan data dari hasil riset we are social, sebuah lembaga riset media sosial dari Inggris bersama Hootsuite yang dirilis januari 2019 menunjukan bahwa pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 150 juta orang dari total populasi sebesar 268,2 juta jiwa. Sementara penggunaan media sosial melalui gadget (handphone) sebesar 130 juta atau sekitar 48 persen dari populasi. Dari penelitian tersebut menunjukkan betapa besarnya pengguna media sosial dikalangan masyarakat. Konteks yang disajikan adalah bahwa yang dimaksud melek digital ialah mampu menggunakan internet dengan sebijak mungkin dengan memberikan nilai keuntungan untuk dirinya dan masyarakat yang lain, sebab dari hasil pengamatan bahwa 80% masyarakat menggunakan media sosial hanya untuk percuma-Cuma saja. Contohnya, membahas rumah tangga, menyindir kerabat, atau bahkan mencemarkan nama baik seseorang.
Jika kita sama-sama tahu tentang alih fungsi digital ini sangat memberikan nilai positif bagi kalangan pemuda khususnya. Penggunaan media sosial bisa kita manfaatkan sebagai sumber mencari berita, mencari tayangan-tayangan yang akan meningkatkan nilai kreatifitas serta ide kita dalam membangun kualitas diri sendiri. Dalam bidang ekonomi bisa memanfaatkan digital sebagai pasar prodak penjualan dengan begitu kita tetap dapat meraih keuntungan dan tetap bekerja di lapangan hal seperti ini yang kurang disadari oleh masyarakat.
Selain dalam hal itu, pada sector pendidiikan kita bisa menciptakan sebuah aplikasi untuk membantu para tenaga pendidik dalam mengakses pelajaran dan sebuah teknik mengajar yang baru. Banyak sekali inovasi-inovasi yang bisa dilakukan di era digital. Jika bukan pemuda yang menjadi arah dari kebaruan ini lantas siapa lagi?
Dalam hal ini yang menjadi titik persoalan yang harus kita hadapai saat ini adalah bukan hanya terletak pada titik teknologinya saja. Suka tidak suka perekembangan teknologi akan terus berjalan, bahkan di era yang semaki maju ini interaksi dengan manusia akan selalu melibatkan teknologi itulah mengapa peranan anak muda sangatlah penting untuk peka terhadap era saat ini. Digitalisasi ini juga sebagai bentuk pola perkembangan zaman yang memiliki nilai kebaruan yang sangat tinggi, sosialisasi terhadap masyarakat serta kaum pelajar adalah hal wajib yang harus kita lakukan, agar terhindar dari tabunya menggunakan teknologi di era yang serba digitalisasi ini dan agar sistem kerja manusia tetap berada dalam ruangan yang selalu dibutuhkan.




