Meneropong arus komunikasi politik dalam kontentasi pemilu tahun 2024

Sejarah mencatat bahwa Indonesia pertamakali melaksanakan pemilu pada tahun 1955 dan dilakukan dengan sistem perwakilan proposional. Kontestasi politik pada tahun 1955 ialah dilaksanakan dalam rangka memilih anggota-anggota parlemen DPR dan konstituante. Prosesi pemilu pada saat tahun tersebut terbagi menjadi dua tahap yakni tahap pertama untuk memilih anggota DPR dan tahap kedua untuk memilih anggota konstituante. Konstituante sendiri merupakan lembaga yang memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan perubahan terhadap konstitusi negara hal tersebut dilaksanakan mengacu pada Undang-undang nomor 7 tahun 1953. Dua tahun pasca pemilihan anggota DPR dan konstituante dilanjutkan untuk memilih anggota DPRD.
Pada tahun 2004 pemilu dan pilpres pertamakalinya masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, disamping memilih calon anggota legislatif dan hal ini merupakan tonggak demokratisasi Indonesia pasca reformasi. Dilansir pada berita kompas yang diunggah pada tahun 2019 bulan april, bahwa satu tahun sebelum pelaksana kontentasi politik dimulai Cesda-LP3ES pernah mengadakan poling calon presiden pilihan publik. Pilihan tersebut melibatkan responden dari 13 provinsi yang terdiri dari petani, nelayan, buruh, dan kuli angkut. Dari hasil tersebut terlihat bahwa SBY mempunyai kemampuan untuk memenangkan kursi pada tahun tersebut.
Dalam disiplin ilmu politik yang ada di Indonesia Perkembangan komunikasi politik sebagai bidang kajian dapat dilihat jauh ke belakang sampai ke riset-riset awal dalam bidang komunikasi massa. komunikasi politik memperoleh banyak pengaruh yang kemudian mengantarkannya pada beberapa periode khusus dalam kehidupan politik riil yang selalu dikaitkan dengan komunikasi politik. Pengaruh itu berawal dari para ilmuwan politik di abad ke-20 yang mulai melihat politik sebagai kompetisi (persaingan) kelompok untuk mendapat sumber-sumber yang langka. Pandangan ini pertama diperkenalkan oleh Bentley melalui pengamatannya yang teliti terhadap Politik, beliau menyimpulkan bahwa esensi dari politik adalah aksi dari kelompok-kelompok maksud dari kelompok tersebut ialah mereka yang mempunyai kepentingan.
Komunikasi politik menjelang kontestasi pada tahun 2024 tidak jauh berbeda dengan laju jalannya pada sebelum-sebelumnya. Sedikit perbedaan dalam masa kampanye para kandidat akan membeli atau bahkan mampu membayar dengan sejumlah uang yang banyak untuk menampilkan dirinya sebagai kandidat terbaik yang mampu memajukan negeri ini dengan diimbuhi visi dan misinya. Laju komunikasi politik seperti ini memang terlihat sangat kolot, sebab pementasan masih dalam lingkup media seperti televisi, radio, iklan di media sosial dan lain sebagainya. terhitung dua tahun menjelang kontestasi politik dan saat ini survei-survei pun mulai dilakukan baik itu dari kalangan partai ataupun non partai.
Dalam arus komunikasi ini akan lebih menonjolkan pada berita yang saling menumbuhkan jiwa rival antar kandidat. Saat ini bisa kita lihat bagaimana kesiapan dari KPU dan Bawaslu dalam menyikapi pemilu serentak yang dilaksanakan pada tahun 2024. Selain ini menjadi hal yang sangat signifikan bagi KPU dan Bawaslu hal ini juga menjadi momen penting untuk para calon kandidat dalam menampilkan panggung kehebatannya masing-masing. Sudah ada beberapa nama yang sudah mulai meramaikan dunia maya dengan jargonnya masing-masing dan juga beberapa program kerja yang implementasinya kepada masyarakat desa, tak lain adalah untuk meminta dukungan dan komitmen agar tidak berpaling. Komunikasi kampanye yang ada di Indonesia tentu tidak jauh berbeda jalannya dengan yang sudah ada. Selama Indonesia masih menjadi negara berkembang, selama itu perubahan hanya mencapai beberapa persentase saja. Hemat penulis bahwa arus komunikasi politik menuju kontestasi politik tahun 2024 bukan hanya sebuah iming-iming yang disampaikan diselebaran baligho atau ditampilkan dalam iklan-iklan saja. Tapi sebuah komitmen untuk membangun Indonesia menuju lebih unggul baik disektor ekonomi, kesehatan dan juga pendidikan.




