
Batang,medianasional.id
Mengemparkan kalangan warga masyarakat Batang, khususnya Kec. Tulis, terkini dalam penggalian informasi keberadaan pembangunan pabrik kertas yang saat ini masih berjalan pengerjaannya menjadi sorotan.
Dalam keterangnya warga inisial W, “Keberadaan tanah yang berdiri pabrik kertas, diketahui akses dari jalan raya kelokasi melintasi tanah kas desa dengan lebar 3 m, dan panjang 16 meter yang kemudian ditimbun tanah dan digunakan untuk akses jalan menuju lokasi pabrik.(Rabu,9/4/24.)
“Soal nilai jualnya berapa, yang lebih tau pak Kades maupun pihak pemerintahan desa, yang Saya ketahui, dulunya tanah depan pabrik milik kas desa lebar 3 meter dan panjang 16 meter yang saat ini digunakan pihak pabrik untuk jalan menuju lokasi,”ungkapnya.
Saat ditanyakan besaran anggaran yang diterimakan Pak Kades, apakah benar nilai penjualan tanah kas desa mencapai harga 2 milyar “ia menyampaikan kalau soal harga dan ganti ruginya berapa Saya tidak tau persis, tapi saya kira kalau ganti rugi, ya kemungkinan sudah selesai. Karena sudah digunakan jalan untuk pabrik, yang lebih tau Pak Kades.

“Apakah mungkin pengusaha mau membayar tanah untuk pabrik kalau gak ada akses jalannya, sedangkan jalan satu satunya kelokasi ya harus melewati tanah kas desa karena lokasinya didepan lokasi pabrik,”ucapnya.
Dari penggalian beberapa nara sumber semakin menguatkan dugaan keterlibatan oknum Kepala Desa (Kades) inisial S di Kecamatan Tulis Kabupaten Batang dalam transaksi penjualan tanah kas desa atau tanah bondo desa.
Berdasarkan informasi lahan yang digunakan untuk pembangunan pabrik kertas mencakup luas 17 hektar yang dibeli dari milik warga sekitar, dan tanah kas desa saat ini disinyalir digunakan sebagai akses jalan kelokasi pabrik.
Lebih lanjut awak media mendalammi persoalan praktek penjualan tanah kas desa, diduga menggunakan modus, diawal membuat mengganti surat kepemilikan tanah kas desa menjadi atas nama salah satu warga. Guna memudahkan transaksi penjualan tanah. Sampai berita terbit Kepala Desa belum bisa dikonfirmasi. (KN).






