Musrenbangdes 2026: Desa Segeran Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Kesejahteraan Masyarakat

Indramayu739 Dilihat

Indramayu, Medianasional.id – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Segeran tahun 2026 telah dilaksanakan pada Senin (19/1/2025) dalam rangka penyusunan rencana pembangunan daerah Kabupaten Indramayu. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan perwakilan instansi terkait, seperti perwakilan Kecamatan Nurkholis, perwakilan pendamping Pemberdayaan,Nurjahidin,Perwakilan Pendamping Teknik Desa perwakilan Kelompok perempuan,maftukah dan turesih serta perangkat desa, BPD dan masyarakat setempat.

Kuwu Desa Segeran, H. Gholib Munawar, SH dalam sambutannya menekankan pentingnya pengumpulan data kebutuhan masyarakat, termasuk infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya.

“Kami meminta jajaran untuk mendata apa saja kebutuhan masyarakat agar pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Ketua BPD Makhsus, S. Pd menyoroti keterbatasan anggaran Alokasi Dana Desa (APBDes) yang menempatkan Desa Segeran sebagai salah satu desa wilayah luas yang penduduknya banyak di antara desa lainnya.

“Untuk pembangunan yang lebih signifikan, kita memerlukan dukungan dari APBD melalui dinas terkait,” ungkapnya.

Sementara itu Perwakilan Camat Juntinyuat, melalui PMD yang diwakili Nurkholis, mengimbau perangkat desa untuk menyusun proposal pengajuan anggaran secara profesional.

“Proposal yang diajukan harus sesuai prosedur dan tidak asal-asalan agar dapat diterima dengan baik,” tegasnya.

Dalam diskusi, permasalahan pertanian dan lingkungan, Sekretari desa Segaran Kecamatan Juntinyuat, Julis Prasetyo Sari mengatakan, “dalam rangkaian pelaksana musrenbang tahun 2026 ini Desa berperan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) sebagai moderator dan penyusun Rencana Kerja Pembangunan (RKP) dan mengusulkan ke musrenbang tingkat kecamatan,” paparnya.

Jenurih, perwakilan Gapoktan bunga fajar Desa Segeran kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu menambahkan bahwa petani minta dianggarkan untuk kegiatan untuk dialokasikan ke setiap kelompok Tani, “seperti Gropokan tikus, bersih-bersih saluran dan sampah, untuk meningkatkan hasil panen dan meminta pembangunan jalan usaha Tani dengan panjang 200 meter lebar 160 cm,” keluhnya.

Perwakilan Kelompok Tani, Masrudin menyampaikan pentingnya membangun infrastruktur Jalan Usaha Tani (JUT) dapat mendukung petani dengan mempermudah akses dan distribusi hasil pertanian.

”JUT juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memajukan sektor pertanian untuk mendukung petani desa ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses