Miris! Nama Desa Ini Sudah Melekat dengan Tempat Prostitusi

Pati4199 Dilihat

Pati, medianasional.id – Di bulan suci ramadhan masih banyak ditemukan tempat prostitusi/lokalisasi yang berkedok warung kopi di desa Gajah Gumpul dan Ketitang Wetan Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah.

Para “wanita malam” (PSK) sendiri pada umumnya datang dari luar daerah.Lokalisasi yang berkedok warung kopi tersebut sudah menjadi hal yang sangat biasa serta lebih mirisnya lagi sudah melekat dengan nama Desa Gajah Kumpul dan desa Ketitang Wetan dan dikenal para pelanggan prostitusi.

Pantauan medianasional.id Rabu (13/04/22) malam, kompleks warung kopi di dekat pembanguan pabrik sepatu itu tampak sebagian beroperasi. Dari sekitar 10 warung remang-remang, tiga di antaranya dalam kondisi tutup. Meski demikian, masih banyak yang mengunjungi tempat warung kopi yang di dalamnya disinyalir terjadi praktik esek-esek. Modusnya, pelayan warung kopi diduga adalah Pekerja Seks Komersial (PSK) menyamar layaknya pelayan yang tengah duduk di warung.

Setelah melayani pesanan makanan atau minuman, pelanggan bakal ditawari layanan pemuas nafsu. Untuk tarif yang dipasang setiap kali pelayanan berkisar Rp 150 ribu untuk short time. Bukan rahasia lagi, di dalam warung kopi tersebut terdapat kamar yang sengaja disewakan pemilik warung untuk hal tak senonoh itu.

“S” salah satu warga Desa Gajah Kumpul kepada awak media mengatakan tempat lokalisasi atau hiburan malam di Desa Gajah Kumpul Kecamatan Batangan sudah lama buka dan sampai sekarang belum ada penindakan secara langsung dari Pemerintah Desa maupun Pemerintah Daerah.

“Padahal dengan adanya komplek lokalisasi /prostitusi di Gajah Kumpul menimbulkan citra negatif terhadap desa dan nama desa gajah di kalangan masyarakat secara umum sudah melekat dengan identitas tempat mesum”, ujar “S” kepada awak media (14/04/2022). (Theo)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses