Purwokerto, medianasional.id – Siswa siswi TK Kemala Bhayangkari 92 SPN Polda Jawa Tengah mengikuti kegiatan manasik haji didampingi pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang SPN Polda Jateng, Kepala Sekolah Wakhyuni Indriyati, S.Pd AUD dan para dewan guru. Kegiatan dilaksanakan di wisata Sanggaluri Purbalingga, Rabu (05/02), yang dimulai sejak pagi dan diikuti kurang lebih 35 anak dan 5 guru pendamping, berjalan lancar dan menyenangkan. Nampak para wali murid turut menyaksikan jalannya kegiatan manasik haji tersebut.

Kegiatan Manasik haji untuk siswa siswi TK Kemala Bhayangkari 92 SPN Polda Jateng merupakan cara untuk mengenalkan tata cara ibadah haji, menanamkan nilai agama dan moral, serta membentuk sifat agamis pada anak-anak sejak dini.
Tujuan utama dari kegiatan manasik haji tersebut adalah untuk memupuk iman dan taqwa siswa siswi TK Kemala Bhayangkari 92 SPN Polda Jateng pada rukun islam yang ke lima, yang dapat dimulai sejak dini, Membentuk generasi yang cinta Allah dan Rasul-Nya, Membantu anak-anak dalam aktivitas kognitifnya, Mengajarkan anak-anak untuk menghafal, mendengar, dan melantunkan doa-doa

Kegiatan ini juga secara tidak langsung dapat memberikan pengalaman sesungguhnya mengenai gambaran apa dan bagaimana sebenarnya ibadah haji di Jazirah Arab.
Dalam kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan 6 rukun haji. Mereka dipandu untuk terjun langsung dan dipandu oleh beberapa guru untuk mendampingi selama kegiatan berlangsung. Sebagai tanda dimulainya kegiatan manasik haji, dengan menggunakan kain ihram untuk anak laki-laki dan pakaian muslim putih bagi anak perempuan, para siswa melakukan niat untuk berhaji atau umroh yang dipimpin langsung oleh Muthowif dari pihak wisata Sanggaluri.
Selanjutnya anak-anak diajarkan untuk melakukan Wukuf, atau berdiam diri, yang biasa dilakukan jamaah haji di padang Arafah. Para siswa juga diajak untuk melakukan simulasi Tawaf, yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali dan Sa’I, yaitu berjalan kaki dengan mengikuti tulisan Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali.
Khusus dalam Tawaf, anak-anak juga dapat mengenal bentuk dari ka’bah yang telah disediakan secara miniatur oleh pihak wisata Sanggaluri.
Tak ketinggalan pula, anak-anak TK Kemala Bhayangkari diajarkan untuk melakukan lempar jumrah, dijelasan bagaimana ketika melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina, dan juga mengenal miniatur dari maqom Ibrahim.
Meski cuaca terasa terik, anak-anak terlihat senang dan tertib dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal tersebut juga terlihat dari kesan beberapa orang tua yang merasa nyaman dan aman karena dapat melihat dan mengawasi anaknya dengan leluasa. Menurut mereka kegiatan kali itu juga membawa pengalaman baru bagi orang tua yang baru pertama kali mengantarkan anaknya melaksanakan manasik haji. Kegiatan diakhiri dengan berswafoto di miniatur ka’bah serta dilanjutkan berkeliling di area wisata Sanggaluri didampingi tour guide.






