Teknologi yang semakin cepat berkembang, disrupsi AI yang meningkat, dan penggunaan IT dalam kehidupan memang tidak bisa dielakkan. Saat ini AI atau Artificial intelligence jadi sorotan karena penerapan dan perkembangannya yang pesat. Lantas apa itu artificial intelligence?
Manusia dan mesin memang tidak bisa dilepaskan. Dari satu sisi, manusia menciptakan mesin untuk membantu pekerjaannya. Baik itu tugas umum, bisnis, kegiatan sehari hari, sampai bantuan dalam hal khusus. Sebelum turun langsung menggunakan AI, lebih baik kenali dulu pengertian, kelebihan dan kekurangannya.
Pengertian AI
Artificial Intelligence jika diartikan ke bahasa Indonesia adalah kecerdasan buatan. Seperti namanya, teknologi ini dirancang dan dibuat untuk membantu kinerja manusia dengan meniru kemampuan intelektual manusia. Tapi, AI sendiri adalah sistem komputer yang dibuat dengan kemampuan untuk terus belajar dan mempelajari banyak hal agar semakin pintar.
Bisa juga dikatakan AI ini adalah kemampuan mesin yang dibuat untuk menjalankan fungsi kognitif layaknya pikiran manusia. Jadi, sistem komputer ini bisa memberikan output yang memiliki perspektif, pembelajaran, penalaran, interaksi, pelatihan kreativitas, dan pemecahan masalah yang secara tidak langsung mirip dengan manusia.
Singkatnya, apa itu artificial intelligence dijelaskan dari kemampuan sistem komputer untuk memahami berbagai data dan input yang kemudian menghasilkan output layaknya manusia. Bisa berupa keputusan, identifikasi pola, memberi jawaban akan tugas kompleks, belajar input yang diberikan, dan bekerja lebih efisien.
Meski konsep ini seperti sangat tinggi, ternyata AI sendiri sudah cukup sering digunakan. Bahkan bisa saja secara tidak sadar sudah pernah kamu coba. Contohnya Siri, Alexa, atau Google Assistant. Kamu bisa bertanya kepada program tersebut dan akan mendapat jawaban yang seakan berkesan dibuat oleh manusia.
Untuk apa AI diciptakan?
Kenapa juga bikin AI? Apakah ada kaitannya dengan pembuatan robot pembantu? Jika melihat sejarahnya, ternyata sebutan Artificial Intelligence sudah ada sejak 1956. Namun saat itu belum populer, tidak secanggih sekarang, dan memiliki volume data yang terbatas. Disebutkan saat itu AI digunakan untuk topik pemecahan masalah metode simbolik.
Saat ini, teknologi AI bisa berkembang dengan pesat karena adanya dukungan internet, input, dan juga data yang besar. Dengan demikian manfaat dan fungsi yang diberikan oleh sistem pun bisa dikembangkan lebih pesat. Mulai dari hal yang umum sampai spesifik, fungsi dan manfaat tersebut bisa membantu manusia dalam tugas rutin serta meningkatkan efisiensi kerja.
Fungsi dan manfaatnya
Terlepas dari seberapa canggih AI yang ada, fungsi dan manfaat yang didapat akan kembali kepada yang menggunakan. Dalam artian lain, apa itu artificial intelligence masih terbatas sebagai sistem teknologi pendamping. Masih dibutuhkan tangan manusia agar AI bisa memberikan manfaat maksimal.
Seperti contohnya AI yang dikembangkan untuk asisten virtual. Manusia memegang alih kemudi dari apa yang bisa diberikan AI. Seperti menggunakan AI untuk membantu mengingatkan tugas dan jadwal. Bisa juga untuk membantu mengendalikan perangkat. Dengan adanya AI, pekerjaan akan lebih terstruktur dan efisien.
Begitu juga di dalam skala industri dan bisnis. Perusahaan punya peran untuk merancang dan menggunakan sistem tersebut untuk membantu manusia agar memberikan hasil yang lebih optimal. Meski saat ini banyak sekali AI yang bisa memberi gebrakan dan mendobrak batas cara kerja dan fungsi mesin, tapi campur tangan manusia masih dibutuhkan.
Seperti contohnya memberikan masukan dan data yang tepat untuk AI. Sehingga hasil kerja dari kepintaran buatan ini tidak sembarangan, akurat, kredibel, dan bisa dipercaya. Manfaat lain yang bisa ditunggu adalah mengurangi human error, mengotomatiskan tugas dan proses, memproses data besar dengan cepat dan tepat, serta bekerja tanpa ada henti.
Kelebihan dan kekurangan
Apa itu artificial intelligence? Meski punya kemampuan yang luar biasa, AI juga tidak sempurna. Dari sisi positif, teknologi ini punya kelebihan dalam hal analitik. AI juga punya efisiensi tinggi, memberi output objektif, dan pembelajaran mandiri. Namun di sisi positif, AI ini masih tergantung pada data, memiliki keterbatasan konteks, dan masih memiliki risiko keamanan dan privasi.
Peningkatan Data Center dengan AI di Indonesia
Sebagai salah satu bentuk penerapan dan perkembangan teknologi AI di Indonesia, indosat Ooredoo Hutchison akan mendukung pembuatan data center generasi terbaru. Teknologi tersebut dibuat dengan kerja sama bersama Lintasarta dan NVIDIA yang menyediakan teknologi GPU untuk menjalankan layanan AI Cloud dengan daya komputasi berat.
Indosat sendiri melirik potensi besar di industri data center yang tidak hanya digunakan untuk penyimpanan data, namun juga sebagai ekosistem digital yang berkelanjutan dan bersifat inklusif. Dengan adanya kolaborasi dan langkah baru di AI Cloud global ini, maka bisa membuka peluang kemajuan teknologi dan digital di Indonesia.
Jadi bagaimana menurutmu? Setelah mengetahui apa itu artificial intelligence, ternyata ada banyak bentuk AI yang sebenarnya sudah sering digunakan sehari hari. Apakah sudah mencoba teknologi AI yang semakin pintar dan canggih? Kalau tertarik dengan proyek terbaru Indosat dengan data centernya, yuk cek artikel berikut https://ioh.co.id/portal/id/iohcorparticledetail?_id=20013818




