Menerbitkan Buku Kumpulan Puisi WA Jadi Obsesi Jurnalis Senior Ini

Jawa Timur278 Dilihat

Malang, redaksimedinas.com – Menerbitkan buku kumpulan puisi Whatsapp (WA), menjadi obsesi Yunanto (60 thn). Salah satu mantan wartawan senior di Malang. Dirinya mengaku telah menulis lebih dari 15 judul puisi sepanjang tahun 2017 hingga sekarang.

Nyaris semua puisi karya jurnalis jebolan Sekolah Tinggi Publistik Jakarta ini menyuarakan kritik sosial. Selaras dengan salah satu “tupoksi” (tugas pokok dan fungsi) insan pers, melakukan kontrol sosial yang konsusif.

“Jika buku tersebut bisa terwujud, maka itu merupakan buku pertama kumpulan puisi yang memanfaatkan media sosial Whatsapp (WA)”, ucap Yunanto yang kini bergiat di Organisasi Badan Pembudayaan Kejuangan Angkatan 45 Kabupaten Malang sebagai Ketua Biro Politik dan Hukum.

Yunanto sesekali pula menjadi instruktur di forum Diklat Jurnalistik. Buku terakhir hasil editing wartawan berjam terbang 32 tahun lebih itu (20 tahun diantaranya di Harian Sore Surabaya Post) berjudul “POKJA Pendiri Kota Batu” (452 halaman).

“Seorang wartawan tidak boleh berhenti mendidik dirinya sendiri, agar tidak kehilangan daya empati dan kepekaan jurnalistik”, ucapnya saat dikonfirmasi redaksimedinas.com.

Di bawah ini salah satu puisi karya Yunanto yang bernuansa kritik sosial.

*MONISAH DI TEPI*
*JALAN ARTERI*
Yunanto
_ Aku mengenang Monisah
_ Pelacur kelas bawah
_ Menjajakan diri
_ di tepi jalan arteri

_ Acap kali Monisah
_ Digrebek Satpol PP
_ Di usung ke Liposos
_ Setelah lulus diklat
_ balik lagi Monisah
_ ke tepi jalan arteri

_ Tak merasa salah
_ Itu keyakinan Monisah
_ Dalihnya sederhana
_ Asal tidak mencuri
_ atau Korupsi
_ Bagaimana bisa Monisah
_ mencuri uang negara
_ atau menenggak
_Mahar politik pilkada
_ dari tepi jalan arteri

_ Dipandang rendah
_ Pastilah itu Monisah
_ Suami raib
_ tak jelas rimbanya
_ itu derita Monisah
_ Ayah Bumda sakit
_ butuh biaya berobat
_ itu beban Monisah
_ Anak- anak butuh
_ makan dan sekolah
_ itu jadi pelengkap
_ sempurnanya nestapa
_ dalam balada Monisah

_ Di tepi jalan arteri
_ Ada perempuan berjuang
_ dengan caranya sendiri
_ Tetap dipandang rendah
_ Siapakah biang keladi
_ Balada Monisah?

Itulah salah satu karya puisi milik Yunanto yang ia kumpulkan lewat media sosial Whatsaap (WA) sehingga kita bisa menikmati hasil puisinya sampai sekarang. (nrt)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses