Mantan PMI Asal Kedungmalang, Tawarkan Produk Jualanya Dengan Lima Bahasa

Batang797 Dilihat


BATANG, medianasional.id
Banyaknya eks Pekerja Migran Indonesia ( PMI) asal Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal membuat desa ini berkreasi dan berinovasi mengembangkan potensi yang dimiliki, salahsatunya dengan mendirikan Toko Bahasa.

Para ibu – ibu mantan pekerja migran itu menyalurkan bakat yang dimilikinya, dalam wadah Tokoh Bahasa. Dengan berkarya dan dapat menghasilkan pundi -pundi rupiah ketika mereka sudah tidak berkeinginan kembali ke negeri orang dikampung halamnya bisa mendapatkan penghasilan.

Yang unik dari Toko Bahasa ini adalah, didalam menawarkan barang jualanya melalui online menggunakan 5 bahasa, namun penawaran offlinenya masih menggunakan bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Namun tidak menutup kemungjinan ketika ada pembeli yang menggunakan bahasa asing juga akan bisa dilayani.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi Wihaji usai melaunching Toko Bahasa di Kantor Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Selasa (14/12/2021) mengatakan, Toko Bahasa tidak hanya menjual produk saja, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada anak – anak dalam 5 bahasa.

Saking banyaknya warga migran di Desa Kedungmalang ini, hingga bahasa yang digunakan oleh Toko Bahasa diantarannya, Bahasa Mandarin, Inggris, Melayu, Arab dan Perancis.

Adanya inovasi Toko Bahasa ini dikandung maksud, bahwa mantan pekerja migran Indonesia dari berbagai negara itu, ketika sudah tidak berkeinginan merantau kembali bisa memajukan desanya dengan berkarya sesuai dengan kemampuan, kegiatan ini berjalan satu tahun, walaupun belum banyak namun sudah mendapatkan keuntungan.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Kedungmalang Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang H. Mulyono menuturkan, bahwa Desa Kedungmalang ini merupakan daerah pendulang pekerja migran Indonesia ke berbagai negara, sejak tahun 1990 an warga Kedungmalang ini mulai mencoba mencari penghasilan di luar negeri, baik itu laki – laki maupun perempuannya, dari jumlah penduduk 750 orang waktu itu, yang pergi ke luar negeri 300 an orang.

Selaku Kepala Desa, dan atas nama pemerintah desa ingin berbuat yang terbaik buat desanya, dengan ide -ide yang kami miliki untuk pemberdayaan perempuan yang memiliki skil bahasa untuk menyalurkan mereka dalam wadah Toko Bahasa.

Dengan adanya Toko Bahasa ini, mereka kaum ibu – ibu eks Pekerja Migran dapat berkontribusi didesanya dan memajukan kampung halamanya.

“Hingga saat ini, Warga Kedungmalang yang ada diperantauan negeri orang tinggal 25 orang, rata -rata dari mereka pergi keluar negeri adalah perbaikan ekonomi, ” pungkas Kepala Desa Kedungmalang 2 periode H. Mulyono.

#PujiLeksono

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses