
Purbalingga.medianasional.id – Di tengah riuh tepuk tangan Upacara Hardiknas 2026 di Alun-alun Purbalingga, Sabtu 2 Mei 2026, satu nama dipanggil ke depan panggung: Lisa Fiorenza. Siswi SMP Negeri 1 Purbalingga itu berjalan mantap menerima penghargaan langsung dari Bupati Fahmi Muhammad Hanif. Bukan tanpa alasan. Di usianya yang masih belia, Lisa sudah mengoleksi deretan medali emas olimpiade sains tingkat nasional.
“Ini menandakan pendidikan di Purbalingga berada pada arah yang baik,” ujar Bupati Fahmi sambil menyerahkan piagam. “Harapannya ke depan prestasi ini bisa terus meningkat, bahkan sampai tingkat global.”
Dari Ruang Kelas ke Podium Nasional
Nama Lisa memang tidak asing di kalangan pembina olimpiade. Sepanjang 2025, ia menyapu bersih gelar juara 1 di berbagai ajang: MEDCOM Metronous Science Olympiad Competition tingkat nasional, OMNAS ke-15 Matematika, Science, Bahasa Inggris, hingga STC Science Training Camp.
Tak berhenti di situ. Lisa juga menjuarai Matematika Level 4 tingkat provinsi dalam Genius Sains Olympiad 2025, dan meraih Juara 1 Bidang Informatika Tingkat Nasional pada Future Olympiad for Research Talent Eduvation 2025. Ia juga melaju sebagai finalis OSN tingkat kabupaten.
Rentetan emas itu mengantarkannya menjadi satu dari tujuh siswa Purbalingga yang diapresiasi Pemkab pada Hardiknas tahun ini.
Cermin Pendidikan yang Bergerak Maju
Bagi Bupati Fahmi, Lisa adalah potret kecil dari arah besar pendidikan Purbalingga. “Capaian ananda Lisa menjadi indikator positif,” katanya. Pemkab kini fokus pada lima arahan Mendikdasmen RI: pembenahan sarpras dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter, kurikulum literasi numerasi, dan akses pendidikan inklusif.
Namun pekerjaan rumah masih ada. Data 2025 menunjukkan Angka Harapan Lama Sekolah Purbalingga di 12,11 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah masih 7,37 tahun. “Kita harus terus meningkatkan angka ini agar SDM kita mampu bersaing,” tegas Bupati.
Komitmen yang Ditandatangani BersamaHardiknas 2026 di Purbalingga tak hanya soal penghargaan. Di hari yang sama, Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan kepala OPD menandatangani Pakta Integritas SPMB. Sebuah janji bersama bahwa penerimaan murid baru akan berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Sementara Lisa, dengan medali yang menggantung di lehernya, hanya tersenyum kecil. Di balik senyum itu, ada jam-jam belajar, latihan soal, dan doa yang tak terhitung. Dari ruang kelas SMPN 1 Purbalingga, Lisa membuktikan bahwa anak daerah juga bisa berdiri di podium nasional.
Dan mungkin, suatu hari nanti, di panggung global.
( Al-76)




