Lawan Asesmen Konvensional, Dr. Linda Indiyarti Putri Kembangkan Aplikasi NU-ReMA Berbasis IRT Politomus di UNY

DI.Yogyakarta1345 Dilihat

Yogyakarta, medianasional.id | Dunia evaluasi pendidikan di Indonesia kembali mendapatkan suntikan inovasi berharga. Dalam Sidang Terbuka dan Promosi Doktor yang berlangsung di Aula Lt. 3 Gedung Sugeng Mardiyono, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kamis (30/7/2026), Linda Indiyarti Putri resmi mempertahankan disertasinya yang menghadirkan terobosan teknologi asesmen modern bertajuk Numeracy Reasoning Multicontextual Assessment (NU-ReMA).

Model asesmen ini dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan evaluasi kemampuan penalaran numerasi mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Berbeda dengan instrumen evaluasi tradisional yang cenderung berfokus pada hafalan rumus, NU-ReMA mengintegrasikan lima komponen utama secara utuh: kerangka asesmen yang matang, instrumen pilihan ganda kompleks, aplikasi tes berbasis daring, buku panduan operasional, hingga sistem penskoran canggih berbasis Item Response Theory (IRT) politomus.

“Kemampuan numerasi calon guru tidak cukup hanya diukur dari sejauh mana mereka lihai menghitung angka. Pendidik masa depan perlu memiliki kecakapan dalam menafsirkan data, mengevaluasi informasi kuantitatif, dan mengambil keputusan logis dalam berbagai situasi kehidupan nyata maupun dinamika pembelajaran di kelas,” papar Dr. Linda Indiyarti Putri di hadapan Dewan Penguji.

Guna menguji keandalan model ini, Linda melakukan uji coba skala luas yang melibatkan 1.319 mahasiswa PGMI dari 30 perguruan tinggi di Indonesia. Analisis data membuktikan bahwa NU-ReMA memiliki tingkat validitas isi dan reliabilitas yang sangat tinggi. Sistem penskoran IRT politomus yang diterapkan juga terbukti mampu memberikan gambaran tingkat kemampuan calon guru secara lebih halus, adil, dan objektif dibandingkan penskoran dikotomus (benar-salah) biasa.

Melalui aplikasi tes daring yang dikembangkan dalam ekosistem NU-ReMA, proses pengumpulan data hingga pemetaan kemampuan dapat dilakukan secara real-time dan terintegrasi. Hal ini diharapkan memudahkan pengelola Program Studi PGMI di berbagai kampus untuk melakukan evaluasi kurikulum secara berkala.

Sidang terbuka tersebut dipimpin oleh Dr. Sukarno, S.Pd., M.Hum. selaku Ketua Penguji, Prof. Dr. Aman, M.Pd. sebagai Sekretaris, serta didampingi oleh tim pembimbing yaitu Prof. Dr. Heri Retnawati, S.Pd., M.Pd. (Promotor) dan Prof. Dr. Amat Jaedun, M.Pd. (Kopromotor). Sementara jajaran Penguji Utama diisi oleh pakar evaluasi pendidikan, Dr. Anidi, M.S.I., M.H. dari Universitas Muhammadiyah Kendari dan Prof. Dr. Ir. Edy Supriyadi, M.Pd.

Atas raihan gelar doktornya, Linda meluapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh civitas akademika UNY. “Terima kasih kepada promotor, ko-promotor, seluruh dosen, dan penguji. Saya sangat bangga menjadi bagian dari keluarga besar UNY. Harapan besar saya, ilmu serta produk asesmen yang dihasilkan dari penelitian ini dapat dimanfaatkan secara luas dan memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia,” pangkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses