Koordinator Daerah SPPI Purbalingga Dinilai Sulit Dihubungi Saat Kasus SPPG Mencuat, Ketua DPC SMSI Purbalingga Angkat Bicara

PURBALINGGA.medianasional.id- Kinerja komunikasi publik Koordinator Daerah SPPI Kabupaten Purbalingga, inisial MS, dikeluhkan awak media.

Hal itu diungkapkan Pimpinan Redaksi Media PNN News yang juga Ketua DPC SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) Kabupaten Purbalingga, Purwoyo, Senin (21/9/2026) di Kantor Redaksi Media PNN News.

Menurut Purwoyo, Koordinator Daerah SPPI Kabupaten Purbalingga susah dihubungi apalagi saat ada kejadian-kejadian penting yang terjadi pada SPPG di Kabupaten Purbalingga.

“Misal ada kasus keracunan, atau temuan-temuan lainnya di lapangan, kami kesulitan mendapat konfirmasi,” ujar Purwoyo.

Dia mengeluhkan sikap Koordinator Daerah SPPI Kabupaten Purbalingga yang sering mengabaikan konfirmasi lewat chat WhatsApp maupun telepon dari teman-teman wartawan.

“Chat tidak dibalas, ditelepon tidak diangkat. Padahal kami butuh penjelasan resmi agar pemberitaan berimbang, bukan asumsi,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam setahun terakhir SPPG di Purbalingga sempat menjadi sorotan, mulai dari kasus pemecatan relawan SPPG Tlahab Lor 1 Karangreja karena status WhatsApp viral “rakyat jelata” pada Maret 2026, hingga laporan diare massal siswa di Bukateja usai mengonsumsi MBG dari salah satu SPPG pada Oktober 2025.

Purwoyo menilai, di saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) membutuhkan transparansi, peran koordinator daerah seharusnya menjadi jembatan informasi, bukan sebaliknya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi Koordinator Daerah SPPI Kabupaten Purbalingga MS, untuk mendapatkan hak jawab dan klarifikasi terkait keluhan tersebut.

Tim redaksi juga akan meneruskan laporan ini ke Kepala Regional BGN Jawa Tengah dan layanan pengaduan resmi BGN di Call Center 127 / Sahabat SAGI 127 dan portal bgn.lapor.go.id.

Al_76

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses