KENDAL- medianasional.id- Sepuluh perwakilan komunitas seniman di Kabupaten Kendal menyampaikan keresahan mereka tentang kondisi kesenian di Kendal yang belum memiliki ruang gedung memadai dan layak untuk pentas seni. Mereka meminta pada pemerintah daerah dapat menyediakan gedung kesenian yang representatif.
Hal ini mereka sampaikan saat audiensi dengan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (14/5/25).
Venny Zega, perwakilan dari Teater Taksu, mengatakan bahwa audiensi dengan Wakil Bupati ini bertujuan untuk meminta solusi ruang representatif untuk kegiatan kesenian di Kendal.
Venny menjelaskan bahwa Balai Kesenian Remaja/Rakyat (BKR) yang biasanya digunakan untuk pentas seni kondisinya sangat memprihatinkan.
Menurutnya, kondisi BKR yang seperti ruang kelas sekolah dasar, terlalu kecil untuk pentas, dan tidak dilengkapi dengan fasilitas pendukung membuat komunitas kesenian merasa malu jika ada tamu dari daerah lain yang ingin pentas di Kendal.
“Kondisinya sangat jauh dari kelayakan standar ruang kesenian. Malu kalau ada teman dari daerah lain mau pentas di Kendal,” ungkap Venny.
Ali Murtadlo, perwakilan dari Lesbumi Patebon, mengatakan bahwa komunitas kesenian di Kendal memiliki keresahan dan visi yang sama.
Ali berharap, para seniman juga dilibatkan dalam proses realisasi ruang kesenian, karena yang tahu kebutuhan ruang kesenian adalah seniman.
“Ruang yang minim dan keterbatasan fasilitas menjadi salah satu faktor utama teman-teman hijrah ke daerah lain,” kata Ali Jerami akrab dipanggil.
Perwakilan sepuluh komunitas itu yakni, Venny Zega (Teater Taksu), Rika Yuliyani (Teater Semut), Ali Murtadlo (Lesbumi Patebon), Syukron Mubarok (Stand Up Kendal) dan Kelana SK (Lestra). Kemudian, ada Faozan Suwage (Omah Gores), Hendri Prasetya (Light in Kendal), Khoirul Mustofa (RKFK), Abdullah Khanif (Komunitas Musisi Kendal) dan Arif Budi Setiawan (Karang Taruna Kecamatan Brangsong).
Wakil Bupati Benny Karnadi sangat mendukung keinginan para seniman dan mempersilahkan mereka untuk mencari gedung milik Pemda Kendal yang sekiranya bisa digunakan untuk pentas kesenian.
“Kalau sudah ketemu gedungnya yang sekiranya cocok, segera sampaikan. Biar ditindaklanjuti, mana yang perlu direnovasi,” kata Benny.
Benny berharap bahwa dengan adanya ruang kesenian yang representatif, komunitas kesenian di Kendal dapat lebih berkembang dan meningkatkan kreativitas mereka.
Komunitas kesenian di Kendal berharap bahwa permintaan mereka dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah. Mereka berharap dapat memiliki ruang kesenian yang representatif untuk menyajikan karya-karya mereka.
Audiensi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan komunitas kesenian di Kendal.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menindaklanjuti permintaan komunitas kesenian dan menyediakan ruang kesenian yang representatif.(*)






