Kiai Kanjeng Meriahkan Puncak Festival Tempuran 2 di Mangir, 

DI.Yogyakarta299 Dilihat

BANTUL, medianasional.id — Festival Tempuran 2 kembali digelar di kawasan Tempuran, Ngancar, Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Sabtu (26/9/2026). Berlangsung sejak pagi hingga malam hari, festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan beragam kesenian yang berkembang di wilayah Mangir.

Puncak acara Festival Tempuran 2 menghadirkan penampilan spesial Kiai Kanjeng pada Sabtu malam. Sebelumnya, sejak pagi hingga sore, masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan karawitan, tari, hingga kesenian tradisional dan pertunjukan hiburan lainnya.

Penggagas Festival Tempuran sekaligus Ketua Panitia, Saryanta, mengatakan festival tersebut digelar sebagai wadah untuk menampung sekaligus memberikan ruang bagi kelompok-kelompok seni yang ada di Mangir.

Menurut Saryanta, setidaknya terdapat 13 kelompok seni yang aktif berkegiatan di wilayah Mangir. Keberadaan berbagai kelompok seni tersebut dinilai perlu mendapatkan ruang untuk tampil dan dikenal masyarakat.

“Di Mangir ini ada 13 kelompok seni. Tentunya sangat disayangkan apabila berbagai kesenian yang ada tidak mendapatkan ruang untuk ditampilkan. Festival Tempuran ini menjadi salah satu wadah untuk menampilkan dan menghidupkan kesenian yang ada di Mangir,” kata Saryanta.

Ia menjelaskan, Festival Tempuran mengambil nama dari kawasan pertemuan dua aliran sungai, yakni Sungai Bedog dan Sungai Progo. Selain memiliki nilai geografis, kawasan tersebut juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Mangir.

Pentas Seni Sejak Pagi

Rangkaian Festival Tempuran 2 dimulai pada sesi pagi pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan pentas seni karawitan. Sejumlah kelompok turut ambil bagian, yakni Gendhing Bahana UAD, Panti Asuhan Binasiwi, Sekar Budaya Krebet, TungXak Laras SMA Negeri 1 Bantul, dan UIN Sunan Kalijaga.

Memasuki sesi siang, pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, panggung Festival Tempuran diisi berbagai pertunjukan. Di antaranya Perempuan Berkebaya, Timo Badut Entertainment, Gejog Lesung Swara Mangungkung, Pekbung Abakura, Gendring Mekarsari, Sanggar DO Amor, Sanggar Savona, serta pantomim dari SD Mangir Lor.

Sementara pada sesi sore, pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, masyarakat dapat menyaksikan demo miniatur sound.

Rangkaian festival kemudian berlanjut pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai dengan penampilan spesial Kiai Kanjeng.

Masih Mengandalkan Swadaya Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dukuh Mangir Kidul mengatakan Festival Tempuran 2 yang memasuki tahun kedua ini masih terselenggara dengan mengandalkan swadaya masyarakat.

“Festival Tempuran tahun kedua ini masih menggunakan anggaran swadaya murni dari masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan semakin berkembang,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah ke depan dapat turut mengambil bagian dalam mendukung Festival Tempuran sehingga kegiatan seni dan budaya masyarakat Mangir dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.

Dengan beragam penampilan yang berlangsung sejak pagi hingga malam, Festival Tempuran 2 tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi masyarakat Mangir untuk merawat kesenian lokal, memperkuat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi budaya kepada masyarakat yang lebih luas.

Penampilan Kiai Kanjeng pada malam hari menjadi penutup rangkaian festival sekaligus menjadi salah satu pertunjukan yang menarik perhatian masyarakat di kawasan Tempuran Ngancar.(red).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses