Lombok Barat – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat menggelar Workshop Program Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) bagi 45 lebih dewan gurunya di Sukma Rasa Labuapi pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan yang didanai DIPA 2025 ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menyongsong tahun pelajaran 2025-2026.
Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Barat, Drs. H. Haryadi Iskandar, dalam pembukaan menekankan pentingnya guru terus mengembangkan profesi dan berinovasi secara profesional. Senada, Kepala MAN Lombok Barat.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, menegaskan bahwa workshop ini merupakan upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru, khususnya dalam menerapkan pendekatan “Deep Learning”. “Ini untuk memberikan perkembangan profesi secara berkelanjutan bagi guru menjelang tahun pelajaran baru,” ujarnya.
Dalam pemaparan materi, para narasumber menguraikan tiga konsep dasar Deep Learning yang harus dikuasai guru:
Mindful Learning: Menekankan kesadaran penuh agar peserta didik aktif dalam proses belajar.
Meaningful Learning: Mengarahkan pembelajaran agar bermakna dan relevan dalam kehidupan nyata siswa.
Joyful Learning: Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik, jauh dari tekanan.
“Jauh lebih penting adalah memberikan pemaknaan sehari-hari dan mampu berbuat, berkarya, serta menghasilkan sesuatu yang kreatif,” jelas salah satu pemateri. Konsep ini diilustrasikan dengan contoh konkret, seperti bagaimana mengajarkan tentang bunga dari mulai pembuatan, pembibitan, penyemaian, hingga bunga tumbuh menjadi karya yang indah. Ini menunjukkan bahwa pembelajaran harus mendorong siswa untuk berkarya dan berbuat nyata.
Kepala MAN Lobar menambahkan, Workshop ini juga mendalami “Kurikulum Cinta” yang memiliki enam dasar utama, Hubbullah: Cinta kepada Allah, Hubburrasul: Cinta kepada Rasulullah, Hubbunnafs: Mencintai diri sendiri, Hubbunnaas: Membangun hubungan baik dengan sesama, Hubbulbi’ah: Menjaga lingkungan, Hubbulwathan wal bilad: Mencintai tanah air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prinsip-prinsip ini akan dikolaborasikan dan diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran.
Kepsek MAN Lobar menambahkan, Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., Dr. Asrin, M.Pd., dan Dr. Abdul Hamid, serta guru-guru lainnya yang turut berkontribusi.

Materi yang disampaikan juga mencakup pentingnya memahami profil lulusan yang ingin dicapai, serta menggali bakat, minat, dan kehidupan siswa secara holistik. Guru diharapkan mampu memanfaatkan berbagai media modern untuk membimbing siswa.
“Belajar itu tidak boleh menjadi tekanan. Belajar harus memiliki nilai kesenangan bagi siswa,” tegas pemateri, menekankan pentingnya kolaborasi, kerja sama tim, dan saling menghargai karya di lingkungan belajar.
Dengan pelatihan ini, MAN Lombok Barat optimistis dapat mencetak generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu berkarya nyata dalam kehidupan.






