UMKM Jawa Tengah Siap Tembus Pasar Singapura Bersama Rumah Sandiuno Indonesia

Banyumas, Jawa Tengah149 Dilihat

Purwokerto, medianasional.id | Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar global. Melalui kemitraan strategis dengan Singapore Business Federation, RSI berfokus pada pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan pelaku usaha, di bawah kepemimpinan langsung Dr. H. Sandiaga Salahudin Uno, M.B.A., B.B.A.

Dalam rangka itu, RSI DPW Jawa Tengah bersama DPD RSI Banyumas menyelenggarakan acara bertajuk “UMKM Goes Global: Pelajari Cara Masuk ke Pasar Singapura” pada Sabtu, 5 Juli 2025 di Restoran Taman Pringgading, Purwokerto. Acara ini diikuti oleh 15 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Singapura yang merupakan pakar di bidang bisnis dan pariwisata, termasuk Aishah Mohamed, Ketua RSI DPN Singapura sekaligus konsultan bisnis untuk investor asing dan pelaku usaha. Turut hadir Ketua DPW RSI Jawa Tengah, Khafidoh Asro, SH, yang secara langsung memimpin jalannya kegiatan.

Khafidoh Asro SH menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal yang konkret bagi UMKM Jawa Tengah untuk mengakses pasar luar negeri, dimulai dari negara terdekat, yaitu Singapura.

“Kami ingin UMKM tidak hanya jago kandang, tapi bisa bersaing di luar negeri. Melalui program ini, para pelaku usaha tidak hanya belajar teori, tapi langsung disiapkan untuk mengikuti ajang internasional,” ujarnya.

Menuju “Indonesia Fest @ Singapura 2025”

Acara ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Indonesia Fest @ Singapura, yang akan digelar pada 11–14 September 2025. Festival tersebut akan menjadi ajang showcase produk unggulan Indonesia, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan.

Peserta akan memamerkan beragam produk seperti kuliner, fesyen, kriya, seni budaya, teknologi digital, hingga produk perikanan seperti ikan hias dan makanan beku. Sistem Business Matching B2B juga disiapkan untuk mempertemukan pelaku UMKM Indonesia dengan mitra dagang potensial di Singapura.

Program ini menitikberatkan pada perluasan jaringan ekspor melalui empat pilar utama:

1. Event Bisnis

2. Platform Online

3. Jaringan Bisnis Internasional

4. Konferensi dan Seminar

Dengan pendekatan tersebut, RSI berharap mampu menciptakan peluang bisnis baru dan menjalin kerja sama yang lebih luas di pasar global.

Testimoni Peserta

Amir, pelaku UMKM dari Brebes yang memproduksi kerupuk telur asin Sella, menyampaikan antusiasmenya:

“Saya sudah ikuti banyak pelatihan ekspor, tapi lewat RSI baru saya benar-benar punya kesempatan untuk tampil di luar negeri, dalam Indonesia Fest di Singapura nanti. Terima kasih kepada Ibu Aishah, Bapak Hafidz, Ibu Khafidoh, dan seluruh pengurus RSI.”

Sementara itu, Yanuar Pribadi dari Karanganyar, Solo, yang bergerak di bidang kerajinan tangan dan seni budaya, juga mengungkapkan rasa syukurnya:

“Lewat RSI saya bisa kembali tampil di event luar negeri. Saya berterima kasih kepada semua pihak, terutama RSI DPW Jateng dan DPD Banyumas, yang membimbing kami untuk menjadi entrepreneur sejati.”ungkapnya. 

Roisah, pengrajin anyaman lidi asal Karanganyar Solo, menambahkan kesannya dengan penuh haru:

“Matur suwun untuk Ketua RSI DPW Jateng Bunda Khafidoh Asro SH dan semuanya yang sudah melibatkan saya di sini. Maasyaa Allaah, keren Bun, sangat memotivasi. Walaupun harus diselingi rasa kantuk karena menempuh perjalanan malam hari, jazakumullaah untuk panitia dan narasumber. Ilmunya sangat memotivasi, jadi semakin semangat berkarya. Kalau selama ini saya bingung mencari wadah yang bisa menampung kami, Alhamdulillah sekarang saya sudah menemukan. Sangat terharu bisa bergabung dengan orang-orang hebat. Padahal di kampung sendiri kami sering tidak dianggap. Terima kasih banget Bunda-bunda.”

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan jaringan internasional, Rumah Sandiuno Indonesia bertekad menjadikan pelaku UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global dan menjadi pemain utama dalam perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses