Kejari Banjarnegara Mengikuti Pelantikan Satgas 53 Kejaksaan RI Melalui Virtual Video Conference

367 views

Banjarnegara, Medianasional.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarnegara Sigid J. Pribadi, SH., MH. bersama para Kepala Seksi (Kasi) dan Kasubag Pembinaan Kejari Banjarnegara mengikuti Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Anggota Satuan Tugas 53 melalui virtual / video conference, Senin (28/12/2020) di Aula Kejari Banjarnegara.

Sebanyak 31 orang anggota Satgas 53 dilantik dan diambil sumpahnya langsung oleh Jaksa Agung RI Dr. Burhanuddin, SH, MH. di Aula Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kompleks Perkantoran Kejaksaan Agung, Jl. Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Satuan Tugas 53 (disingkat Satgas – 53) dibentuk berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 261 Tahun 2020 tanggal 21 Desember 2020 tentang Pembentukan Satuan Tugas 53 dan selanjutnya diterbitkan Surat Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : Prin-107/A/JA/12/2020 tanggal 22 Desember 2020 kepada 31 (tiga puluh satu) orang anggota Satgas 53 yang hari ini dilantik dan diambil sumpahnya oleh Jaksa Agung RI.

Pertimbangan Pembentukan Satuan Tugas 53 berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia pada Pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2020 pada tanggal 14 Desember 2020 telah memerintahkan kepada Jaksa Agung untuk melakukan penguatan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Internal Kejaksaan Republik Indonesia guna menjadi role model penegak hukum yang bersih, profesional, akuntabel, dan berintegritas. Pembentukan Satuan Tugas 53 bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan internal, pencegahan, dan melakukan deteksi dini terhadap oknum Jaksa dan/atau Pegawai Kejaksaan yang berpotensi akan melakukan penyimpangan, penyalahgunaan kewenangan, ataupun perbuatan tercela lainnya yang dipandang akan merusak citra dan wibawa Kejaksaan Republik Indonesia.

Pembentukan Satgas 53 ini bukanlah sebagai koreksi, melainkan justru untuk memperkuat dan mempercepat kinerja intelijen dan pengawasan dalam hal penyajian informasi, akurasi, dan kecepatan bertindak dalam menyelesaikan setiap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh personil kejaksaan. Pembentukan Satgas 53 ini menurut Jaksa Agung senafas dengan arahan Presiden Republik Indonesia pada pembukaan rapat kerja Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2020 pada tanggal 14 Desember 2020. Dalam arahannya Presiden telah menyampaikan Kejaksaan adalah wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional, setiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personil di Kejaksaan dalam penegakan hukum akan menjadi tolak ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia. Oleh karena itu, penguatan terhadap pengawasan dan penegakan disiplin internal dalam tubuh Kejaksaan adalah hal yang tidak dapat ditawar lagi.

Dalam pemberian nama Satgas 53 ini, Jaksa Agung RI terilhami dari Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri atau yang biasa disebut PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Dalam PP 53 terkandung berbagai macam muatan kewajiban, larangan, dan jenis-jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan, perilaku dan sikap baik yang diterapkan oleh setiap pegawai tentunya akan membawa pula dampak positif bagi institusi. Oleh karena itu, maksud dan tujuan dibentuknya Satgas 53 ini adalah untuk mewujudkan Kejaksaan yang bersih dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa.

Satgas 53 ini terdiri dari gabungan antara Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Pengawasan, dan Pusat Penerangan Hukum yang memiliki karakteristik fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Jaksa Agung Muda Intelijen ditunjuk sebagai Ketua I Satgas 53 dengan harapan penanganan pelanggaran disiplin dapat ditinjau dari ranah pencegahan, bukan lagi sekadar dalam rangka penindakan. Melalui fungsi intelijen, dugaan pelanggaran disiplin dapat diketahui sejak awal melalui deteksi dini. Dengan upaya dan metode pendeteksian dini ini akan lebih mencegah dan menghindarkan setiap personil Kejaksaan dari perbuatan tercela dan yang dapat merugikan institusi.

Kolaborasi dan sinergitas ketiga lintas bidang ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran pengawasan selaku pelaksana pengendali intern Kejaksaan. Pengawasan memiliki elemen vital dan berpengaruh dalam memastikan keberhasilan kinerja di seluruh bidang sesuai dengan kode etik, stadar prosedur operasional, dan peraturan perundang-undangan. Terlebih saat ini institusi Kejaksaan terus menerus menjadi bahan perhatian, sorotan, dan sekaligus harapan publik. Melalui penguatan tersebut, kehadiran Satgas 53 diharapkan akan menjadi motor penggerak yang mengakselerasi perubahan dan perbaikan institusi Kejaksaan, sehingga Kejaksaan akan menjadi role model penegak hukum yang profesional, akuntabel, dan berintegritas,” tandas Jaksa Agung.

Usai mengikuti kegiatan pelantikan secara virtual, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara melalui Kasi Intelijen Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua, SH menyampaikan bahwa dengan terbentuknya Satgas 53 ini maka pihaknya selaku Insan Korps Adhyaksa di daerah wajib mendukung program Jaksa Agung RI ini dan berupaya menghindari dan mencegah agar personil kejaksaan didaerah khususnya di satker tempat tugas dapat terhindar dari perbuatan dan tingkah laku yang dapat merugikan instansi maupun diri sendiri, terhindar dari perbuatan melanggar hukum ataupun pelanggaran etika sebagai abdi negara maupun sebagai aparat penegak hukum, ini adalah sebagai bentuk bersih-bersih dari oknum-oknum yang dapat merusak citra Kejaksaan,” ujar Yasozisokhi Zebua, SH.

Reporter : Asep Setiawan

Editor : Drajat

Banjarnegara Polisi

Penulis: 
author

Posting Terkait

Tinggalkan pesan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.