Kantor Pemda Brebes Digrudug Warga Brebes Selatan

Brebes221 Dilihat
Ratusan warga Brebes selatan yang tergabung dalam Presidium pemekaran Brebes selatan grudug Kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) Brebes. (Foto: Lukman)

 

Brebes, medianasional.id – Ratusan warga Brebes selatan yang tergabung dalam Presidium pemekaran Brebes selatan grudug Kantor Pemerintah kabupaten (Pemkab) Brebes, Kamis (27/9/2018).

Masa dari presidium menuntut agar pihak pemerintah kabupaten induk menindaklanjuti pengajuan pemekaran daerah atau pembentukan daerah otonomi baru (ODB) Kabupaten Brebes Selatan.

Ketua Presidium pemekaran Brebes selatan, Agus Sutrisno, menyampaikan, tuntutan selaku penggerak pemekaran agara segera di tindaklanjuti oleh pihak pemerintah kabupaten induk.

“Kami menuntut agar pemda sebagai daerah induk untuk segera memenuhi persyaratan administrasi pembentukan daerah otonomi baru”, kata Agus.

Masa yang memenuhi halaman kantor Bupati Brebes menyerukan tuntutan dengan membentangkan spanduk dan menyerukan yel yel pemekaran. Perwakilan warga masyarakat wilayah Brebes selatan dipersilahkan menemui bupati dan jajarannya untuk audiensi di ruang rapat setda.

Agus menjelaskan sampai dengan hari ini masih ada berkaa yang belum di penuhi oleh pihak pemerintah kabupaten Brebes sebagai tindaklanjut pemekaran.

Dihitung ada delapan item berkas yang masih dinilai kurang. Antara lain berkas keputusan nama kabupaten yang baru, keputusan lokasi calon kabupaten baru, nama ibukota baru, keputusan tentang penyerahan aset atau kekayaan daerah yang bergerak maupun tidak bergerak.

Juga, berkas keputusan penyerahan sarana dan prasaran perkantoran termasuk personel serta tenaga kepegawaian, berkas keputusan kesanggupan memberikan hibah dari APBD induk selama dua tahun APBD untuk daerah otonomi baru yakni Brebes selatan.

“Hal – hal tersebut merupakan syarat mutlak yang wajib dipenuhi pemerintah induk yang selanjutnya akan diajukan ke pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Reporter : Lukman Hakim

Editor : Dian

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses