Warga Desa Dawuhan Merasa Kecewa Karena Kadesnya Diduga Kurang Tegas Mengambil Sikap

Jawa Timur345 Dilihat
Kepala Desa Dawuhan, Saiful Arifin (baju putih).

Malang, medianasional.id – Terkait adanya seorang wanita yang hamil hingga melahirkan tanpa adanya pernikahan, Kepala Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang banyak menuai kecaman dari warga.

Pasalnya wanita yang merupakan warga Desa Dawuhan tersebut dihamili oleh seorang pria tak bertanggung jawab yang diduga warga luar Desa Dawuhan.

Warga pun juga menyayangkan sikap Kepala Desa Dawuhan yang dirasa kurang tegas dalam menangani kasus asusila yang menimpa warganya.

Salah satu Tokoh masyarakat Desa Dawuhan saat dikonfirmasi oleh tim media menyampaikan, “Memang benar di desa kami ini ada warga yang hamil hingga melahirkan seorang anak, tapi tanpa status orang tua yang jelas, tidak tau siapa bapaknya. Oleh karena itu semua warga tentunya menuntut ke Kepala Desa agar bersikap adil dan tegas untuk segera menyelesaikan perkara asusila ini,” terangnya, Rabu(26/08/2020).

Beberapa warga juga menyampaikan hal yang sama, mereka meminta agar Kepala Desa bisa memberikan keputusan yang bijak, apalagi kasus tersebut merupakan asusila diluar nikah yang terjadi kepada warganya sendiri.

“Kalau setiap ada orang hamil diluar nikah tanpa adanya penyelesaian secara hukum bagaimana ini?. Ini belum nikah sudah hamil sampai melahirkan anak, tapi yang menghamili tidak bertanggung jawab. Tolong Kepala Desa agar segera menyikapi hal ini,” terang warga yang namanya enggan disebutkan.

Para Tokoh Agama, Tokoh Pendidikan, Tokoh Pemuda dan warga masyarakat hanya menagih janji Kepala Desa Dawuhan untuk segera memberi keputusan terhadap warganya yang telah dihamili oleh warga tetangga desa. Dimana kepala desa sempat berjanji apabila wanita tersebut sudah melahirkan maka akan dilakukan tes DNA, namun hingga saat ini kepala desa enggan meminta tes DNA terhadap pelaku asusila. Hal inilah yang semakin mempersulit penyelesaian permasalahan tersebut.

“Kami sebagai warga masyarakat Desa Dawuhan hanya meminta agar pelaku segera menikahi korban, tapi sampai saat ini kenapa pelaku juga tidak kunjung ada niatan untuk menikahinya. Kasihan, dari awal hamil sampai melahirkan tidak ada kejelasan status,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dawuhan, Saiful Arifin saat ditemui oleh tim media menyampaikan, “Terkait warga saya berinisial P yang dihamili oleh H, si perempuan tidak mau menuntut, dan si H sendiri juga sudah mengakui tetapi tidak mau menikahi. Nanti akan kita adakan mediasi lagi,” pungkasnya.

Reporter : TIM

Editor : nrt

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses