KENDAL– medianasional.id-Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang hubungkan Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, dengan Desa Tegalombo, Kabupaten Batang, resmi dimulai. Kehadiran jembatan ini diharapkan memangkas waktu tempuh warga yang sebelumnya sekitar satu jam menjadi hanya sekitar 10 menit.
Peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan jembatan dilakukan pada Selasa (31/3/2026) dan diikuti melalui video conference bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin. Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Wakil Bupati Kendal H. Benny Karnadi serta jajaran Forkopimda Kabupaten Kendal.
Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan mengatakan pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih tahap III dan IV merupakan program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan di wilayah pedesaan, khususnya untuk mendukung akses transportasi yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat.
“Dengan dimulainya pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kendal dan Kabupaten Batang ini, diharapkan dapat segera selesai dan dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Bagus.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Benny Karnadi menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto serta jajaran TNI yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.
Ia menilai keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih akan sangat membantu masyarakat karena menjadi penghubung dua desa sekaligus dua kabupaten, yakni Desa Mojoagung di Kendal dan Desa Tegalombo di Batang.
“Tanpa dukungan dari TNI, saya rasa akan cukup sulit bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan pembangunan jembatan ini,” kata Benny.
Kepala Desa Mojoagung, Eling Trinaningsih, mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, jembatan itu akan sangat membantu mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari.
“Selama ini warga harus memutar hingga sekitar satu jam untuk menuju Desa Tegalombo. Jika jembatan ini selesai, perjalanan bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit,” ujarnya.
Selain prosesi peletakan batu pertama, kegiatan juga diisi dengan penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat setempat. Acara dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Kendal, Forkopimcam Plantungan, perangkat desa Mojoagung dan Tegalombo, serta masyarakat yang menyambut antusias pembangunan jembatan tersebut.
Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses transportasi warga di wilayah perbatasan Kendal dan Batang sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di daerah pedesaan.(*)






