Mataram, NTB — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhammad Amin, S.H., menyatakan bahwa seluruh proses pemberangkatan jemaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi melalui Embarkasi Lombok telah berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali.
Saat ditemui di Mataram pada Rabu (20/5/2026), H. Lalu Muhammad Amin menjelaskan bahwa kuota jemaah haji NTB dari Kloter 1 hingga Kloter 15 hampir sepenuhnya terpenuhi berkat sinergi dari seluruh pihak terkait di Asrama Haji maupun bandara.
“Jumlah total jemaah haji yang diberangkatkan melalui Embarkasi Lombok sebanyak 5.863 orang dari total kuota 5.864 jemaah. Terdapat tiga jemaah yang batal berangkat karena alasan tertentu, namun posisinya langsung digantikan untuk memenuhi kuota pada masing-masing kloter,” jelasnya.
Terkait kondisi di Tanah Suci, Kemenhaj NTB mengonfirmasi bahwa secara umum seluruh jemaah berada dalam keadaan sehat walafiat. Beberapa jemaah yang sempat mengalami penurunan kesehatan ringan seperti flu dan meriang sudah ditangani secara intensif oleh tim medis serta terus dipantau oleh petugas pendamping kloter.
Saat ini, seluruh jemaah asal NTB tengah berkonsentrasi mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Pihak Kemenag pun mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas fisik yang berlebihan demi menjaga stamina.
Guna menjamin keselamatan jemaah, Kemenhaj telah menyiapkan skema pelayanan khusus (mitigasi) bagi lansia, jemaah risiko tinggi (risti), serta jemaah berkebutuhan khusus selama prosesi di Armuzna hingga pelaksanaan lontar jumrah.
Meski pelaksanaan ibadah di Arab Saudi masih berlangsung, Kemenhaj NTB kini juga mulai mematangkan persiapan pemulangan para jemaah kembali ke tanah air. Berdasarkan jadwal, Kloter 1 asal NTB diproyeksikan mendarat di Embarkasi Lombok pada 1 Juni 2026 sekitar pukul 23.00 WITA, di mana proses serah terima kepada pihak keluarga akan dipusatkan di Asrama Haji.
Sebagai langkah visioner, Kemenhaj NTB menegaskan tidak akan menunda waktu untuk bersiap kembali. Setelah operasional haji tahun 2026 ini tuntas, pihak Kanwil akan langsung tancap gas memulai persiapan haji tahun 2027. Persiapan dini tersebut meliputi percepatan pemetaan data calon jemaah, verifikasi dokumen, pengecekan paspor bersama Imigrasi, serta sinkronisasi data kesehatan dengan Dinas Kesehatan agar pelayanan haji di tahun mendatang semakin matang.
Jamaah Haji NTB Sehat Walafiat, Kloter 1 Dijadwalkan Tiba di Lombok 1 Juni Esok
ADVERTISEMENT
Konten berikut adalah iklan platform MGID, medianasional.id tidak terkait dengan isi konten.






