ISAM 2025 Kukuhkan Indonesia Sebagai Pilar Resolusi Sengketa Global

Jakarta419 Dilihat

Jakarta, Medianasional.id – Lebih dari 70 peserta dari berbagai negara berkumpul di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (21/5/2025), dalam gelaran International Symposium of Arbitrators and Mediators (ISAM) 2025. Simposium prestisius ini menjadi tonggak penting bagi penguatan peran Indonesia dalam sistem penyelesaian sengketa investasi dan keuangan lintas negara.

Diselenggarakan oleh MedArbId (The Indonesian Academy of Independent Mediators and Arbitrators) bekerja sama dengan Swiss Arbitration Association (ASA), dan co-organized oleh MedAR-FIn, ISAM 2025 mengangkat tema strategis:

“Dispute Resolution in the New Investment and Financial Landscape: Challenges and Strategies of Mediation and Arbitration in Asia and Beyond.”

Pembukaan simposium dilakukan oleh para tokoh nasional dan internasional, antara lain:

– Tony Budidjaja (Ketua MedArbId)

– Felix Dasser (Presiden ASA)

– Yang Mulia Lucas Prakoso (Hakim Agung Kamar Perdata MA RI)

– Andry Amoes (Direktur Litigasi Bidang Peraturan Perundang-undangan, Kemenkumham)

– Azis Syamsuddin (Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Hukum, HAM, dan Infrastruktur)

Dalam sambutannya, Tony Budidjaja menegaskan bahwa sistem penyelesaian sengketa alternatif (Alternative Dispute Resolution/ADR) saat ini menghadapi tantangan kompleks dari cepatnya perubahan lanskap hukum, investasi, dan teknologi. “ISAM bukan sekadar forum ilmiah, tetapi ajang membangun kolaborasi konkret untuk masa depan resolusi sengketa yang lebih adaptif dan berkeadilan,” ujarnya.

MedArbId: Pilar Pendidikan dan Kolaborasi ADR Indonesia

MedArbId sendiri merupakan organisasi non-pemerintah yang berdiri sejak 2015 dan telah terakreditasi oleh Mahkamah Agung RI berdasarkan SK Ketua MA No. 190/KMA/SK/D/2021. Organisasi ini menjadi pelopor dalam mempromosikan pendidikan dan pelatihan ADR di Indonesia serta forum pertukaran praktik terbaik antar praktisi nasional dan internasional.

Visi MedArbId adalah “to lead in ADR in Indonesia, promoting effective conflict resolution and contributing to sustainable economic growth.”

Sedangkan misi mereka mencakup penguatan asosiasi profesional, kerja sama lembaga, pelatihan, edukasi publik, promosi mediasi ad hoc, hingga regenerasi mediator dan arbiter muda.

Selain menjadi penyelenggara ISAM, MedArbId juga aktif menyelenggarakan pelatihan arbitrase, forum diskusi, dan menjalin kemitraan global dengan institusi seperti CIETAC (China), Negotiation Institute (Norwegia), HKIAC (Hong Kong), dan lainnya.

Dukungan Lintas Sektor

ISAM 2025 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk:

– Danareksa

– IDX Carbon (Indonesia Carbon Exchange)

– Budidjaja International Lawyers

– PMN (Pusat Mediasi Nasional)

Sementara itu, organisasi pendukung meliputi:

AIAC, HKIAC, CIArb, InvestHK, dan APAA.

Menjawab Tantangan Global

Sepanjang acara yang berlangsung dari pukul 08.00–17.00 WIB, para peserta terlibat aktif dalam diskusi panel yang membahas isu krusial seperti:

– Digitalisasi proses arbitrase

– Penyelesaian sengketa sektor fintech dan investasi hijau

– Mekanisme perlindungan investor asing

– Kesiapan sistem ADR Asia dalam menghadapi tekanan geopolitik dan krisis global

Simposium ini juga menyoroti pentingnya sistem penyelesaian sengketa yang tidak hanya efisien secara hukum, tetapi juga inklusif secara sosial dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

ISAM 2025 berhasil mempertegas posisi Indonesia sebagai simpul penting dalam peta resolusi sengketa global, sekaligus menandai semangat kolaborasi lintas batas demi terciptanya keadilan yang berkelanjutan dalam ekosistem bisnis dan keuangan dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses