Ironis Penganiayaan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

Raja Ampat655 Dilihat

Raja Ampat, medianasional.id – Peristiwa penganiayaan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini di kabupaten Raja Ampat, tepatnya di areal pantai WTC, Waisai ibukota kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (14/6/2023) sekira pukul 15: 20 WIT.

Kronologis korban (wartawan medianasional.id) sedang ngopi di warung yang ada di areal WTC dan kebetulan sedang ngobrol dengan Mas Kuri diketahui PNS di Sekretariat DPRD Raja Ampat. Kemudian tak berselang lama, tiba-tiba datang laki laki yang biasa disapa Jarot dengan sepeda motor lalu menabrakkan motornya ke kursi Korban yang saati itu sedang duduk.

Korban mengira itu hanya candaan, ternyata tidak bercanda, Jarot datang dengan membabi buta langsung memukul bagian telinga kanan dan kiri serta kepala korban. Lalu, korban menghindar sembari bertanya “Apa kesalahan saya, kok main pukul?” bukannya mendapatkan penjelasan, malah pelaku mengejar korban. Sehingga korban kembali menghindar guna mengamankan diri menuju Polsek Waigeo Selatan yang kebetulan berkantor di sekitaran pantai WTC. Setiba di Polsek dimaksud sekira pukul 15.34 WIT dan menceritakan peristiwa penganiayaan tersebut pada pihak Polsek Waigeo Selatan, dan korban meminta tolong pihak keamanan untuk dikawal mengambil sepeda motor korban yang ditinggalkan di sekitaran Warung pantai WTC, dan sekaligus korban membayar kopi segelas yang diminumnya. Setelah itu, korban dan pelaku diamankan di kantor Polsek Waigeo Selatan.

Menurut keterangan Petugas Polsek Waigeo Selatan, jika perkara tindak pidana penganiayaan dimaksud terus dilanjutkan ke proses hukum. Petugas Polsek Waigeo Selatan mempersilahkan korban membuat Laporan Polisi (LP) ke Polres Raja Ampat.

Dengan arahan, petugas Polsek Waigeo Selatan, akhirnya korban menuju Polres Raja Ampat guna membuat LP sesuai yang tertera dalam surat LP. Usai membuat LP, korban ditemani petugas kepolisian menuju RSUD Raja Ampat dengan kendaraan roda 2 (dua) untuk visum.

Setelah korban divisum, kepala korban terasa pusing dan telinga kanan lebam mengeluarkan darah serta sakit di bagian luar dan dalam. Sehingga petugas Polres Raja Ampat menyarankan untuk beristirahat, dan korban beristirahat.

Foto pelaku bernama Sarifudin alias Jarot, diduga salah satu pegawai di Sekertariat DPRD Raja Ampat.

Kemudian Kamis (15/6/2023) pagi Korban menuju Polres Raja Ampat guna menemui penyidik untuk BAP sebagai korban penganiayaan. Perkara saat ini tengah dalam penanganan Satreskrim Polres Raja Ampat, Polda Papua Barat, dan informasi yang diperoleh media dari penyidik bahwa hari ini jadwal proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pelaku penganiayaan.

Untuk itu, Penanggungjawab medianasional.id, Amsir Sapernong, SH berharap kepada penyidik Satreskrim Polres Raja Ampat untuk segera memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Tak lupa, Amsir sapaan akrab Penanggungjawab medianasional.id mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian Polres Raja Ampat, Polda Papua Barat atas pelayanan, respon cepat dalam menangani perkara penganiayaan yang menimpa wartawan medianasional.id di Raja Ampat.

“Saya ucapkan terimaksih pada pihak Polres Raja Ampat yang telah merespon cepat melayani perkara penganiayaan wartawan kami”, ujar Amsir.

Selain itu, Amsir Penanggungjawab medianasional.id akan melaporkan pelaku penganiayaan wartawan yakni oknum PNS di Sekeretariat DPRD Raja Ampat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses