Hari Pahlawan Menurut Ustadz Bashori Latif

Batang357 Dilihat

Batang, medianasional.id
Bertepatan pada hari Minggu, tanggal 10 November 2019, masyarakat di seluruh Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peringatan ini sebagai bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan Indonesia dan mengenang jasa – jasa para pahlawan pendahulu yang telah mengorbankan nyawanya untuk berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

Pada era globalisasi seperti sekarang ini kebanyakan orang sudah tidak memperdulikan hal – hal seperti peringatan – peringatan Hari Nasional. Saya merasa beruntung, karena hidup sudah di alam Kemerdekaan yang damai dan menikmati hasil jerih payah perjuangan para pahlawan yang telah berhasil melepaskan Indonesia dari tangan penjajahan.

” Saya merasa senang hidup di zaman sekarang, atas jasa para pahlawan pendahulu kita, Indonesia bisa meraih Kemerdekaan walaupun nyawa pendahulu kita gugur di medan laga,” Ungkap Ustadz Bashori Latif saat di konfirmasi di kediamannya Desa Kemligi Kecamatan Wonotunggal Minggu, (10/11/2019) siang.

Sejarah peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November adalah diambil dari peristiwa perlawanan masyarakat Surabaya yang dikenal arek-arek Suroboyo terhadap sekutu sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan yang menewaskan Jenderal AWS Mallaby.

Dari Momentum itulah menjadikan spirit para pejuang bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah, seperti perjuangan masyarakat Semarang yang dikenal dengan nama Pertempuran 5 hari, perlawanan masyarakat Medan, masyarakat Bandung yang dikenal dengan Bandung Lautan Api, daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret, dan perjuangan masyarakat Akbar awak yang dikenal dengan peristiwa pertempuran Ambarawa, dan masih banyak lagi pertempuran – pertempuran di berbagai daerah.

Tidak hanya mengenal pertempuran di berbagai daerah, Kita semua tahu berapa puluh Pahlawan yang gugur di medan perang untuk meraih Kemerdekaan, dan pasca Kemerdekaan.

“Pahlawan sebelum kemerdekaan yang saya kenal saat di bangku SLTP seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Agung, RA Kartini, Teuku Umar, Cut Nyak Dien,Tuanku Imam Bondjol, Sultan Ageng Tirtayasa, Pattimura, Sultan Hasanuddin dan lain sebagainya, ” Beber Sang Ustadz Bashori Latif.

Lebih lanjut Bashori Latif menuturkan, bahwa ada juga Pahlawan nasional Indonesia usai Kemerdekaan yakni Almarhum Ir Soekarno, Moh. Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Tan Malang, serta para Pahlawan Revolusi dan masih banyak lagi para pahlawan yang gugur usai Kemerdekaan.

Ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan yaitu melalui KEPPRES /Keputusan Presiden No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, Sejak itulah warga masyarakat di seluruh Indonesia dapat memperingati hari Pahlawan tiap satu tahun sekali.

“Jangan hanya sebatas Seremonial saja memperingati Hari Pahlawan, Namun harus ikut memaknai perjuangan para pejuang pendahulu kita, ” Harap Ustadz Bashori Latif.

Untuk itu, Kita dalam memperingati hari pahlawan perlu melakukan pemaknaan terhadap nilai – nilai moral yang dapat diambil dari nilai sejarah perjuangan para pahlawan Kemerdekaan maupun para pahlawan Pasca Kemerdekaan.

” Untuk para generasi Millenial harus gigih berjuang mengisi kemerdekaan dengan hal – hal positif, inovatif, dan kreatif bisa mencontoh dalam buku sejarah perjuangan bangsa para pendahulu kita gigih semangat tak kenal lelah dalam meraih Kemerdekaan,” Pungkasnya.

Reporter : Puji_L

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses