Gunakan Obat Bius, Penculikan Anak di Pangkep Terjadi

Makassar357 Dilihat

PANGKEP, MEDIANASIONAL.ID — Pada Sabtu 07 Maret 2020 sekitar pukul 14.00 bertempat di Kp. Maleleng Kelurahan Sibatua Kecamatan Pangkajene Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Sulsel), telah terjadi Penculikan anak dibawah umur dengan modus bertanya dan gunakan obat bius.

Empat (4) orang anak dibawah umur diculik dengan menggunakan obat bius, kemudian dimasukkan ke dalam mobil toyota jenis avanza warna hitam Nopol tidak diketahui, tiga diantaranya berhasil kabur, satu anak tak sadarkan diri (dibius).

Diketahui korban yang berhasil melarikan diri berinisial Rahmawati (14 tahun) siswi MTs DDi Asyirhatal Mustaqim dan 2 (dua) diantaranya belum diketahui keberadaanya.

Adapun Kronologis kejadian, Korban dipanggil oleh pelaku yang berjumlah 3 (tiga) orang dan menggunakan topeng dengan memperlihatkan HP miliknya dan mengatakan kepada korban. “Lihat ki dulu ini foto kita kenal atau tidak,” pintasnya

Kemudian korban mendekat lalu ditarik naik ke mobil dan salah satu pelaku menyekap mulut korban dengan menggunakan obat bius dari belakang sehingga korban tidak sadarkan diri, beberapa saat kemudian setelah korban sadar dia sudah berada di dalam mobil bersama dengan 3 (tiga) korban lain yang tangan dan kakinya diikat menggunakan tali.

Lanjut, sekitar pukul 18.30 (saat maghrib) menurut korban Para pelaku yang berjumlah 3 (tiga) orang turun dari mobil untuk menculik anak lainnya dan disitulah korban Rahmawati (14 tahun) berhasil melarikan diri dari mobil bersama dengan 2 (dua) orang korban lainnya dengan cara membuka pintu mobil dengan menggunakan mulutnya dan lompat ke sawah kemudian lari ke Rumahnya sekitar 3 km dalam keadaan tangan terikat namun 2 (dua) korban lainnya yang melompat ke sawah belum ditemukan hingga saat ini.

Korban penculikan berjumlah 4 (empat) orang namun yang berhasil melarikan hanya 3 orang dikarenakan yang 1 belum sadarkan diri dan diperkirakan berhasil dibawa oleh para pelaku dan seluruh korban yang berada di dalam mobil tidak saling mengenal.

Reporter : Iwan

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses